Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Alasan Nokia Segan Gunakan Android

Selasa, 05 Februari 2013, 22:05 WIB
Komentar : 0
firstpost.com
Android.Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, -- Sistem operasi Android bisa dibilang sebagai pendongkrak penjualan ponsel Samsung di berbagai negara. Tak heran, vendor Korea ini langsung melejit sebagai produsen ponsel nomor satu di dunia menggantikan takhta Nokia. Dengan begitu, apakah Nokia menyesal karena tidak mengikuti langkah Samsung?

Sebagai CEO Nokia, Stephen Elop mengaku sering mendapatkan pertanyaan, kenapa Nokia ini tidak membuat ponsel berbasis Android. Padahal, banyak analis yang berpendapat, jika saja saja vendor Finlandia ini mengusung smartphone Android, tentu posisinya di pasar ponsel tidak akan terpuruk.

"Kami saat itu telah mempertimbangkan apakah akan memilih Android atau Windows. Penting untuk dicatat, bahwa integrasi adalah sesuatu yang dicari oleh pengguna. Jika menggunakan Lumia 920 yang berjalan di Windows Phone, maka pengguna akan terintegrasi dengan Windows PC atau Xbox. Apa yang kami cari ada pada sisi Microsoft," ujarnya seperti dilansir Australian Financial Review, Senin (4/2).

Tidak hanya itu saja, demi totalitasnya sebagai pengusung smartphone berbasis Windows Phone, Nokia juga rela meninggalkan Symbian yang selama ini berkontribusi pada penjualan. Dengan beralih ke platform Microsoft tersebut, Elop mengaku tidak khawatir jika Nokia akan mendapatkan pangsa pasar yang kecil.

"Jika menggunakan Android, tentu akan terlambat bagi siapapun di industri ini karena sudah ada satu vendor yang telah mendominasi dan mengorbankan vendor lain. Dalam dua tahun terakhir, Samsung menangkap pangsa pasar Android secara besar-besaran dan menguras vendor lain sehingga hanya kebagian pasar yang lebih sedikit," tandasnya.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : jeruknipis.com
5.074 reads
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu(QS.Al-Baqarah:45)
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda