Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ponsel Paling Laku, Ya Ponsel Android

Sabtu, 02 Februari 2013, 00:05 WIB
Komentar : 0
firstpost.com
Android.Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dari sekitar 1.4 miliar ponsel pintar yang dikapalkan, 57 persen diantaranya merupakan ponsel berbasis android. Sementara itu, ponsel pintar berbasis IOS hanya mencapai 21 persen. Demikian laporan yang dipublikasikan lembaga riset yang berbasis di New York, AS, ABI Research.

Laporan itu juga menyebut dominasi ponsel berbasis Android dan IOS Apple diprediksi tidak akan langgeng. Ini karena penestrasi ponsel berbasis Windows dan OS Blackberry. 

"Tahun 2013, saya kira adalah tahunnya Microsoft dan Blackberry," ungkap Analis Senior ABI Research, Aapo Markkanen, seperti dikutip cbronline.com, Jumat (1/2). Menurut dia, saat ini, ponsel berbasis Windows yang dikapalkan mencapai 40 juta unit, sementara Blackberry sudah menembus angka 20 juta unit.

Soal pertumbuhan pasar ponsel pintar, kata Markkanen, pihaknya memprediksi bakal menembus angka 44 persen. Dalam hal ini, Microsoft dan Blackberry berpeluang menikmati pertumbuhan. Namun, dengan catatan mereka harus jeli membaca perkembangan pasar. "Kami melihat peluangnya 50-50, itu tergantung dari pengembangan yang dilakukan," kata dia.

Untuk pasar tablet, ABI Research mencatat sekitar 268 juta tablet dikapalkan. Apple menjadi yang teratas dengan 62 persen dan 28 persen untuk Android. "Microsoft perlahan tapi pasti mampu mencapai 5.5 juta unit tablet," kata dia.

Markkanen memprediksi pertumbuhan pasar tablet akan tumbuh 125 persen.

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Yudha Manggala P Putra
11.869 reads
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2]:82)
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda