Jumat, 24 Zulqaidah 1435 / 19 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Smartfren Lepas Blackberry 9330 Rp 999 Ribu

Jumat, 21 Desember 2012, 16:10 WIB
Komentar : 0
Blackberry 9330
Blackberry 9330

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Smartfren, menawarkan layanan Blackberry Internet Services (BIS) gratis selama 30 hari untuk pembelian 9330.

Blackberry 9330 dilepas dengan harga Rp 999 Ribu. Sementara untuk BIS, Smartfren menawarkan paket BIS Sosialita (unlimited browsing, social networking, email dan BBM)  mulai Rp 1.900-an/hari dan Paket BIS BBM sepuasnya hanya Rp 60.000/90 hari.

''Kehadiean BlackBerry 9330 untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang selama ini menginginkan akses BBM, browsing dan social networking sebagai bagian dari gaya hidup mobile mereka", kata  Head of Premium Smartphone Product Smartfren, Niels Uffie,

Untuk pemasaran Blackberry 9330 di kawasan Tangerang, Bekasi dan Sentul, Smartfren menjalin kerjasama dengan Indomaret. Untuk pembelian device ini dengan harga Rp 999 ribu, pelanggan akan mendapat bonus gratis BIS satu bulan dan 1 botol pepsi 1,5 liter.

BlackBerry 9330 yang berjalan di jaringan CDMA  ini memiliki layar warna TFT 65K dengan keyboard qwerty khas BlackBerry, kamera 2 MP, dan bantuan akses menu dengan touch-sensitive trackpad.

Redaktur : Taufik Rachman
"Orang munafik adalah orang yang banyak mencela, dan merasa dirinya lebih baik dibandingkan saudaranya"((HR Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...