Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Samsung Emoh Beli Lisensi BlackBerry

Jumat, 10 Agustus 2012, 02:15 WIB
Komentar : 0
Samsung
Samsung

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Produsen perangkat elektronika asal Korea Selatan, Samsung Electronics Corporation, menyebut tidak mempertimbangkan untuk membeli lisensi BlackBerry dari Research In Motion (RIM).

Reuters menyebut kelangkaan dukungan dari mitra potensial seperti Samsung berarti masalah tambahan bagi RIM yang sedang mencari berbagai opsi untuk berbalik posisinya dalam kompetisi bisnis.

Saham RIM tumbuh lebih dari lima persen pada Rabu, waktu AS, setelah sejumlah analis berpengaruh mengatakan RIM mungkin akan memberikan lisensi BlackBerry 10 ke Samsung.

"RIM telah kehilangan inisiatifnya di pasar ponsel pintar dan apa yang tersisa tidak tampak menarik bagi Samsung," kata Analis Meritz Securities Lee Sei-cheol seperti dikutip Reuters.

Lee mengatakan, "Mereka (RIM) harus mempunyai kelompok paten produk, yang mungkin menjadi aset menarik bagi pembeli potensial,"

Strategi Samsung untuk memproduksi ponsel dengan berbagai platform, Android dan Windows, telah memunculkan spekulasi produsen itu akan membeli lisensi sistem BlackBerry. 

Strategi itu dipakai Samsung guna memperkuat posisinya melawan Apple dan membedakan dengan Google yang telah mempunyai bisnis produksi ponsel setelah mengakuisisi Motorola Mobility. 

RIM berencana menggunakan sistem operasi terbarunya, yang disebut BB10, dalam jajaran baru BlackBerry yang akan diluncurkan awal 2013. 

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah((HR Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Normalisasi Kebijakan Fiskal AS dan Subsidi BBM Indonesia
Analis dan pelaku pasar di Amerika menunggu langkah pemerintah selanjutnya dalam menangani subsidi BBM. Investor sedang mencari kesempatan menanamkan modal, di saat bursa...