Sabtu, 27 Syawwal 1435 / 23 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

RIM Pernah Tergoda untuk Beralih ke Android

Sabtu, 04 Agustus 2012, 17:56 WIB
Komentar : 0
Antara
Pengguna Blackberry (ilustrasi)
Pengguna Blackberry (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--CEO Research In Motion (RIM), Thorsten Heins, mengatakan perusahaan pembuat BlackBerry itu sempat mempertimbangkan migrasi ke sistem operasi Android sebelum rencana peluncuran BlackBerry 10 keluar.

"Kami mengambil keputusan secara sadar untuk tidak mengambil Android," kata Heins seperti dikutip the Telegraph. Heins mengatakan ketika melihat kemampuan produsen ponsel lain untuk membedakan produk ada peluang untuk tetap bersaing di pasar yang disebutnya "ada ruang gerak yang sangat sedikit."

"Kami melihat itu sebagai hal serius. Game, media, kami harus bagus dalam hal itu, tapi kami harus mendukung mereka yang perhatian terhadap game...dan Jika kami ingin melayani segmen yang tidak dapat kami layani dengan cara ikut-ikutan," kata Heins.

Keputusan RIM untuk tidak mengambil Android, sebut the Telegraph, merupakan keputusan masuk akal setelah melihat persaingan ketat pasar ponsel Android seperti HTC dan Motorola Google.

Bagi Heins, andalan RIM adalah BlackBerry Messenger (BBM), yang disebutnya memberikan kemampuan perpesanan ponsel unik di pasar ponsel pintar. "(BBM adalah) hal yang menarik orang ke BlackBerry," kata Heins.

Heins mengatakan, "Ini (BBM) adalah pengalaman BlackBerry yang kami berikan, tidak ada sistem lain di pasar di mana Anda dapat membaca, menulis, meninjau jika Anda telah membaca pesan."

Heins menambahkan terdapat perbedaan besar antara mereka yang memproduksi ponsel dan perangkat keras dengan mereka yang memberikan layanan.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
Allah melaknat orang yang menyiksa hewan dan memperlakukannya dengan sadis((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar