Jumat , 11 November 2016, 10:19 WIB

Kamera Canggih Ini Bantu Masjid Inggris Tentukan Waktu Subuh

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Winda Destiana Putri
Foxnews
Masjid di Inggris. Ilustrasi
Masjid di Inggris. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Sebuah kamera dengan teknologi yang dirancang khusus untuk penelitian astrofisika membantu Masjid-Masjid di Inggris untuk menentukan waktu shalat subuh. Teknologi berbasis sains ini sangat membantu Muslim Inggris karena perbedaan shalat subuh di antara Masjid di Inggris sangat beragam.

Seperti dilansir Fox News Kamis (10/11), perbedaan perhitungan waktu matahari terbit yang membuat Masjid di Inggris selama ini cenderung berbeda dalam menentukan waktu shalat subuh. Bahkan perbedaan waktu shalat subuh ini bisa mencapai 45 menit daripada Masjid yang terletak saling berdekatan.

Oleh karena itu, seorang dokter Muslim dari Brimingham, Shahid Merali, meluncurkan proyek OpenFajr untuk membantu Masjid di Inggris menentukan standarisasi waktu subuh. Proyek OpenFajr ini menggunakan sebuah kamera dengan teknologi yang kerap dimanfaatkan ahli astronomi untuk mengumpulkan data tentang langit.

Kamera yang digunakan Merali ialah kamera yang sensitif terhadap cahaya dan dapat mencitrakan ufuk atau kaki langit dalam 360 derajat. Kamera ini dipasang Merali di atas atap Masjid Brimingham untuk memotret 25 ribu foto langit di pagi buta dalam kurun waktu satu tahun.

Foto-toto yang terkumpul kemudian dianalisis lebih jauh oleh para akedemisi, peneliti dan ahli agama untuk menentukan jadwal subuh yang tepat. Penentuan jadwal subuh ini akan digunakan oleh 150 ribu Muslim yang merupakan jamaah dari 170 Masjid di area Brimingham.

Hasil dari proyek OpenFajr ini telah didokumentasikan dan dipublikasi secara daring pada Mei lalu. Upaya yang sama juga sekarang sedang direncanakan di London serta Peterborough. Tak menutup kemungkinan, metode penentuan waktu subuh ini juga akan diterapkan di berbagai wilayah Inggris lainnya.