Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Teknologi Pelacak Mata Dipakai Riset Iklan

Rabu, 20 Maret 2013, 19:00 WIB
Komentar : 0
bussinesinsider
Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Teknologi pelacak mata (eye tracking) dan peta pikiran (brain map) dapat dimanfaatkan di industri riset pasar untuk mengukur efektivitas iklan ataupun kemasan produk.

Teknologi itulah yang diusung perusahaan riset Kadence International pada alat K-WEB untuk mengukur ketertarikan konsumen dan ketepatan pesan iklan ataupun kemasan produk.

"Kami membutuhkan 30 responden untuk memperoleh hasil penerimaan mereka terhadap suatu pesan iklan dengan 'brain map'," kata Managing Director Kadence Indonesia, Vivek Thomas, di Jakarta, Rabu (20/3).

Vivek menjelaskan otak manusia menerima 55 persen informasi dari mata dibanding indera lain. Alat pelacak mata yang menyerupai perangkat Microsoft Kinect pada K-WEB itu menentukan titik-titik penglihatan seseorang pada tampilan visual iklan atau kemasan produk. Pelacak mata akan memantau pergerakan pupil mata saat responden dihadapkan pada iklan atau kemasan produk.

Sementara, alat peta pikiran yang direkatkan di kepala akan mengukur gelombang otak ketika menerima tampilan visual itu, beserta kondisi mental pemakainya. Alat peta pikiran menggunakan konektivitas bluetooth yang dilengkapi penghalau sinyal telepon seluler untuk mendapatkan data akurat secara langsung.

Vivek mengatakan waktu yang dibutuhkan untuk memproses data K-WEB sekitar lima menit dari satu responden. "Tantangannya, produsen seringkali enggan melakukan riset pasar karena masih menganggap waktu yang dibutuhkan untuk riset terlalu lama," kata Vivek.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
751 reads
Salah satu di antara kalian tidak beriman sebelum ia mencintai saudaranya (atau beliau bersabda: tetangganya) seperti mencintai diri sendiri. (HR Muslim)
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...