Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Menyiasati Harga Server yang Mahal

Jumat, 15 Maret 2013, 06:02 WIB
Komentar : 0
Forbes.com
Server. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Ada segudang permasalahan yang kerap ditemui perusahaan dalam mengurus permasalahan teknologi informasi di Indonesia seperti dana infrastruktur IT yang besar untuk membeli server hingga rumitnya aplikasi-aplikasi teknologi.

Ketua Asosiasi Peguruan Tinggi Informatika dan Komputer Prof. Richardus Eko Indrajit mengatakan ada lima permasalahan teknologi informasi yang dapat menghambat perkembangan bisnis perusahaan.

Permasalahan pertama, perusahaan harus cermat mengamati perkembangan data di Indonesia yang cukup besar, mengingat tingginya volume populasi di Indonesia dan banyak orang Indonesia yang memiliki perangkat gadget lebih dari satu.

Permasalahan kedua, perkembangan aplikasi-aplikasi perusahaan yang semakin beragam. Permasalahan ketiga, perusahaan membutuhkan dana yang besar untuk membeli infrastruktur IT seperti server, perawatan dan mempekerjakan tenaga sumber daya manusia yang handal.

"Semakin maju suatu perusahaan maju, maka kebutuhan dana IT-nya akan semakin besar. Ini sebuah dilema, ngga pakai IT akan kalah bersaing tapi kalau pakai IT biayanya mahal," katanya dalam Fujitsu Technology Day 2013 pada Kamis (14/3).

Permasalahan ke empat, pekerja IT yang kerap berpindah-pindah tempat lantaran tenaganya sangat dibutuhkan banyak perusahaan.

Ia menggambarkan, seorang pengembang aplikasi dalam suatu perusahaan akan memutuskan pindah kerja, jika ada tawaran pekerjaan. "Perusahaan akan mengalami kerugian karena telah mengucurkan dana untuk membuat aplikasi dan orang yang ahli mengembangkannya pindah begitu saja," katanya.

Permasalahan terakhir, layanan IT harus berjalan selama 24 jam sehari, seperti proses pengawasan transportasi udara di bandara yang harus berkerja selama 24 jam. Hal itu membuat perusahaan mengeluarkan dana banyak untuk mempekerjakan orang selama 24 jam.

Untuk menyiasatinya, perusahaan bisa menggunakan jasa perusahaan ketiga yang terpercaya untuk menyediakan dan melayani infrastruktur IT.

Jadi perusahaan tidak perlu mengeluarkan dana infrastruktur IT untuk membeli server, mempekerjakan tenaga IT, merawat infrastruktur dan mengoperasikannya selama 24 jam. "Perusahaan tinggal membayar seberapa besar penggunaan datanya, mirip bayar listrik, anda tidak perlu beli tiang listrik dan gardu hanya tinggal biaya pemakaiannya," katanya.

Kebijakan itu akan sangat menghemat uang perusahaan dan risiko yang diambil tidak terlalu besar.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
1.218 reads
Hati orang yang sudah tua dapat menjadi lupa akan usianya bila ia terlalu mencintai hidup dan harta bendanya(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...