Thursday, 27 Ramadhan 1435 / 24 July 2014
find us on : 
  Login |  Register

IDC: RI Tengah Melangkah Menuju Digitalisasi Kesehatan

Wednesday, 18 July 2012, 07:03 WIB
Komentar : 0
Republika/Agung Supriyanto
Seorang ibu membawa anaknya untuk diperiksa di Puskesmas. (ilustrasi)
Seorang ibu membawa anaknya untuk diperiksa di Puskesmas. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Tingkat adopsi teknologi informasi oleh sektor kesehatan Indonesia masih dalam tahap baru lahir, dengan fokus utama pada investasi peralatan medis.

Meski baru dimulai, inisiatif eGovernment untuk meningkatkan daya saing global Indonesia, termasuk fokus pada eHealth, menurut perkiraan IDC bakal mendorong investasi alat-alat kesehatan utama dalam beberapa tahun mendatang.

"Dengan menghubungkan eGovernment untuk eHealth, yang dimulai dengan menyimpan data kesehatan pada kartu identitas elektronik untuk setiap warga negera, Indonesia telah mengambil langkah besar ke arah digitalisasi kesehatan," kata analis pasar senior IDC Health Insights Asia/Pacific, Sash Mukherjee.

Karena investasi-investasi infrastruktur dasar berada dalam tahap awal, negara ini memiliki infrastruktur warisan yang lebih sedikit. Oleh karena itu, Indonesia akan mendapatkan keuntungan dari investasi pada kemampuan canggih seperti repositori data sentral, pertukaran informasi kesehatan, dan analisis terpadu, mulai dari awal.

Ketika itu menjadi perhatian bisnis kunci, maka akan mendorong investasi TI kesehatan di Indonesia dalam periode 2012-2013.

Dalam mewujudkan perbaikan dalam standar penyediaan layanan kesehatan, penting untuk dapat mempertahankan pasien dalam negeri, sehingga mereka dapat berkontribusi terhadap pendapatan kesehatan, kata IDC.

Pasien bagaimana pun akan terus berusaha mencari pengobatan di luar negeri sampai mereka melihat perbaikan pelayanan kesehatan di dalam negeri.

"Ini adalah area pemerintah berjuang untuk mengurangi jumlah warga Indonesia yang mencari pengobatan di luar negeri," demikian menurut IDC.

Redaktur : Taufik Rachman
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Buka Puasa Bersama Obama Diwarnai Seruan Boikot
WASHINGTON -- Acara buka puasa tahunan di Gedung Putih diwarnai seruan boikot, sebagai bentuk protes kebijakan pemerintahan Obama terhadap konflik di Gaza. Selengkapnya...