Jumat , 28 Oktober 2016, 21:39 WIB

Mahasiswa BSI Dibekali Trik Korespondensi Berbahasa Inggris

Red: Irwan Kelana
Dok BSI
Mahasiswa Sekretaris ASM BSI mengikuti seminar tentang kecakapan membuat surat-menyurat dalam bahasa Inggris.
Mahasiswa Sekretaris ASM BSI mengikuti seminar tentang kecakapan membuat surat-menyurat dalam bahasa Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mahasiswa Program Studi Sekretaris (Prodi Sekretaris) Akademi Sekretari dan Manajemen Bina Sarana Informatika (ASM BSI) dibekali tips dan trik dalam membuat surat-menyurat berbahasa Inggris bagi seorang sekretaris. Acara yang dikemas dalam bentuk seminar yang bertema “Tips & Tricks to Create Your Succeaful English Business Correspondence” itu dilaksanakan di Aula kampus BSI Jatiwaringin, Jakarta Timur, Selasa (25/10).

Seminar yang diikuti oleh mahasiswa semester lima Prodi Sekretaris ASM BSI itu menghadirkan Konsultan Bahasa Inggris Britania Dra Rina Andriani MM. Menurut Rina, komunikasi yang harus dikuasai bagi seorang sekretaris terdiri dari lisan dan tulisan. Komunikasi lisan dapat diaplikasikan dalam bentuk percakapan, sedangkan komunikasi tertulis diaplikasikan dalam bentuk korespondensi, terutama pada korespondensi berbahasa Inggris.
 
“Seorang sekretaris tidak hanya menguasasi korespondensi berbahasa Indonesia, tetapi juga korespondensi berbahasa Inggris yang juga memiliki peran yang sangat penting dalam bisnis,” kata Rina.

Rina menambahkan, terdapat dua bagian dari surat bisnis berbahasa Inggris yang harus diketahui. Pertama, bagian utama surat, terdiri dari kepala surat, tanggal surat, alamat yang dituju, salam pembuka, alinea pembuka, alinea tengah/isi, alinea penutup, serta tanda tangan. “Bagian kedua adalah tambahan atau optional. Terdiri dari dasar surat, khusus ditujukan, perihal surat, lampiran, tembusan, serta tembusan rahasia. Bagian tersebut dapat digunakan jika dianggap perlu kehadirannya atau kegunaannya dalam surat berbahasa Inggris tersebut,” kata dia.

Ia menambahkan,  untuk membentuk komunikasi yang baik melalui surat-menyurat, sebuah surat harus memenuhi tujuh prinsip. Ketujuh prinsip itu adalah completeness, conciseness, considerations, concreteness, clarity, courtesy, correctness.

Selain itu, Rina juga menjelaskan dua jenis korespondensi berbahasa Inggris, yaitu korespondensi kesekretarisan dan korespondensi komersial.
Kordinator pelaksana kegiatan Teni menjelaskan manfaat seminar tersebut bagi mahasiswa.

“Seminar ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa Sekretaris ASM BSI. Sebab,  merupakan bekal bagi mereka yang nantinya akan menjadi seorang sekretaris di sebuah perusahaan. Di mana salah satu tugasnya adalah mampu menjalin komunikasi dengan relasi melalui surat-menyurat yang baik,” ucap Teni.