Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

AGI Ingin Pelaku Industri Game Bekerja Sama

Rabu, 20 Maret 2013, 01:31 WIB
Komentar : 0
Antara
Game Indonesia Bersinergi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Asosiasi Game Indonesia (AGI) Andi Suryanto menginginkan pelaku industri game lokal bisa bersinergi untuk kemajuan bersama.

"Industri game di Indonesia sudah jalan. Artinya ada developer, publisher, talent, payment, dan EO, tapi masih sendiri-sendiri," ujar Andi dalam diskusi Game Indonesia Bersinergi di Jakarta, Selasa (19/3).

Dia berharap AGI menjadi wadah untuk saling bantu mengembangkan industri game Indonesia ke level lebih tinggi lagi. Andi menginginkan game Indonesia bukan hanya raja di negeri sendiri, tapi juga merambah dunia. Namun, seluruh pelaku industri mesti bersinergi terlebih dahulu.

Andi menjelaskan, dengan bersama-sama, industri game akan lebih kuat sehingga bisa mengatasi masalah apapun, termasuk soal developer lokal yang kerap tidak dihargai publisher.

AGI baru terbentuk satu bulan lalu, dan hanya berangotakan lima perusahaan yaitu Lyto, Megasus, Agate, Logika Interaktif, dan Gudang Voucher. Andi yang juga Presiden Lyto berharap semua pelaku industri game lokal ikut menjadi anggota asosiasi ini.

Namun beberapa developer lokal malah mengkritik AGI. "Niatnya bagus, tapi caranya salah, mereka secara sepihak bikin asosiasi tanpa membicarakan terlebih dulu dengan para developer," ujar Panji Prakoso, selaku CEO Tinker, Bandung.

Ivan Chen dari developer Anantarupa pun mengeluhkan hal sama, bahkan kaget terhadap hadirnya AGI. Dia mengaku ingin mengamati terlebih dahulu sepak terjang AGI  sebelum memutuskan bergabung.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
826 reads
Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya ((HR Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...