Rabu , 29 November 2017, 14:21 WIB

300 Angkot Bandung akan Gunakan Tcash

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Dwi Murdaningsih
Telkomsel Tcash Tap
Telkomsel Tcash Tap

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---Telkomsel kembali bersinergi bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, sebagai bentuk kelanjutan komitmen dalam membangun ekosistem Smart City di Kota Bandung. Yakni, denganmelakukan penandatanganan kerja sama untuk pemanfaatan layanan berbasis solusi bisnis korporasi serta broadband dan digital.

Menurut General Manager Account Management Jabotabek Jabar Telkomsel Nyoman Adiyasa,salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah penyediaan alternatif fasilitas transaksi pembayaran tarif angkutan umum di Kota Bandung.

"Untuk tahap awal, sekitar 300 unit armada Angkutan Kota (Angkot) akan melakukan uji coba pemanfaatan layanan mobile financial service Telkomsel TCASH menggunakan fitur Scan QR Code," ujar Nyoman, Rabu (29/11).

Menurut Nyoman, dalam penandatangan kerja sama antara Telkomsel dengan Dishub Kota Bandung ini juga meliputi dukungan layanan berbasis solusi bisnis korporasi Telkomsel yang nantinya akan terintegrasi dengan aplikasi SEMUT (Semua Untuk Terhubung) yang baru saja diluncurkan oleh Dishub kota Bandung. Telkomsel, sebagai penyedia layanan broadband terdepan menghadirkan paket kuota data khusus, bundling device harga terjangkau serta layanan TCASH yang akan dimanfaatkan dalam mendukung operasional jajaran Dishub kota Bandung.

"Dengan TCash ini, akan memberikan kemudahan bertransaksi masyarakat serta mendorong adopsi konsep cashless society secara lebih menyeluruh di kota Bandung," ujar Nyoman.

Saat ini, kata dia, pengguna layanan data Telkomsel di Kota Bandung meningkat hingga 34 persen dengan pertumbuhan trafik layanan data mencapai 199 persen dibandingkan tahun lalu. Hal ini juga, didukung dengan komitmen Telkomsel untuk terus membangun fasilitas BTS berteknologi terdepan 4G LTE yang berkembang mencapai 480 persen.

"Semakin tingginya penetrasi layanan berbasis broadband ini ikut mendorong peningkatan trafik layanan berbasis digital hingga 18 persen pada akhir kuartal tahun ini," katanya.

Nyoman mengatakan, tingginya adopsi layanan berbasis digital ini diyakini akan semakin melengkapi tren gaya hidup digital masyarakat. Serta, memperkuat penetrasi konsep Smart City yang gencar diterapkan Pemerintah Kota Bandung terutama dalam menghadirkan fasilitas layanan publik yang terintegrasi serta ramah dengan kemajuan teknologi telekomunikasi.