Selasa , 24 Oktober 2017, 16:12 WIB

Telkomsel Tambah Spektrum Jaringan di Frekuensi 2,3 GHz

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Hazliansyah
ANTARA FOTO
Teknisi jaringan PT Telkomsel melakukan perawatan BTS di kawasan perkebunan Kampung Ciarileu, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (9/8).
Teknisi jaringan PT Telkomsel melakukan perawatan BTS di kawasan perkebunan Kampung Ciarileu, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (9/8).

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Operator seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel memenangkan lelang tambahan spektrum di frekuensi 2,3 Gigahertz (GHz).

Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah mengatakan perusahaan mengeluarkan investasi sebesar Rp 1,007 triliun untuk fasilitas tersebut.

"Ini sudah berdasarkan strategi investasi matang dan dukungan finansial kuat," kata Ririek, Selasa (24/10).

Harga tersebut, kata Ririek adalah wajar dan jauh lebih rendah dibanding operator lain di negara berkembang. Operator seluler di India bahkan harus membayar empat kali lebih besar, sekitar 0,34 dolar AS per Megahertz (MHz) per populasi dibanding Telkomsel yang hanya 0,08 dolar AS per MHz per populasi.

Operator seluler di Korea Selatan, Singapura, Australia, dan Hong Kong bahkan membutuhkan harga lebih tinggi, sekitar 1,5 hingga lima kali lipat dibanding Telkomsel.

Kesediaan spektrum di Indonesia sangat terbatas dan langka, sementara perbandingan jumlah pelanggan dengan alokasi spektrum frekuensi yang dimiliki Telkomsel tidak proporsional. Nilai tambahan spektrum ini, menurut Ririek sangat penting untuk mengakomodasi pertumbuhan pelanggan Telkomsel dan jumlah populasi besar di Indonesia.

Pada tahap awal, Telkomsel akan membangun lebih dari 500 Base Transceiver Station (BTS) menggunakan sppektrum 2,3 GHz dalam tiga bulan ke depan. BTS ini diutamakan di wilayah dengan kebutuhan layanan tertinggi berdasarkan uji layak operasi. Pelanggan anak usaha Telkom ini bisa menikmati kecepatan akses maksimal jaringan data hingga 400 Megabyte per second (Mbps).

Komposisi alokasi frekuensi yang dimiliki Telkomsel bertambah, mulai dari frekuensi 2,3 GHz dengan lebar pita 30 MHz, frekuensi 2,1 GHz dengan lebar pita 15 MHz, frekuensi 1,8 GHz dengan lebar pita 22,5 MHz, frekuensi 900 MHz dengan lebar pita 7,5 MHz, dan frekuensi 800 MHz dengan lebar pita 7,5 MHz.

Tambahan spektrum mendukung pengembangan perusahaan dalam menyediakan layanan jaringan (broadband) terbaik bagi pelanggan di berbagai wilayah di Indonesia.

Ririek mengatakan tambahan spektrum juga memperkuat layanan 4G LTE yang pada akhirnya mendukung ekosistem digital di Indonesia, termasuk e-commerce, serta pengembangan usaha kecil menengah.

Spektrum tambahan juga membuka akses informasi lebih luas bagi masyarakat pedesaan, termasuk wilayah pelosok dan perbatasan negara. Kecepatan akses jaringan data lebih tinggi, sehingga Telkomsel mampu menghadirkan pengalaman gaya hidup digital terbaik.

Perusahaan hingga semester pertama tahun ini berhasil membangun lebih dari 146 ribu BTS. Sekitar 65 persen di antaranya berupa BTS 3G dan 4G. Telkomsel telah melayani lebih dari 20 juta pelanggan di 480 ibu kota kabupaten dan kota.