Thursday, 10 Sya'ban 1439 / 26 April 2018

Thursday, 10 Sya'ban 1439 / 26 April 2018

Berkantor di Yogyakarta, SBY Ingin Dekat dengan Rakyat

Rabu 10 November 2010 00:26 WIB

Red: Djibril Muhammad

Presiden SBY

Presiden SBY

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Sekretaris Kabinet Dipo Alam mengatakan penting bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk berkantor di Yogyakarta guna menangani bencana letusan Gunung Merapi secara lebih cepat. "Presiden berada di Yogya itu penting guna penanganan yang lebih cepat. Selain itu, sebagai seorang pemimpin melihat rakyatnya sedang berduka maka sudah sepantasnya ia berada di dekat rakyatnya," katanya melalui telepon, Selasa (9/11).

Dipo Alam membantah keberadaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkantor di Yogyakarta karena tidak percaya kepada Pemerintah Daerah menangani bencana Merapi. "Pemberitaan seolah-olah tidak percaya kepada pemerintah daerah itu tidak benar dan dilebih-lebihkan. Semua pemimpin di dunia, melihat rakyatnya dalam bencana dipastikan akan ikut berduka dan bersiap untuk ikut serta dalam penanganan, justru pemimpin yang diam saja patut dipertanyakan," katanya.

Ia juga membantah kalau keberadaan Presiden di Yogyakarta menyulitkan penanganan bencana. Menurut dia, keberadaan Presiden di Yogayakarta justru untuk memudahkan penanganan bencana Merapi dan memberikan perhatian serta semangat kepada rakyat yang sedang dirudung duka.

"Situasi yang berkembang di Merapi hari ke depan masih tidak menentu, karena situasinya begitu, maka diputuskanlah Presiden kesana bukan hanya koordinasi kebijakan tapi juga supaya lebih dekat kepada rakyat yang sedang dirudung duka, karena ini terkait dengan antisipasi ke depan. Jadi anggapan itu menyulitkan tidak benar, jutru mampu mempercepat pengambilan keputusan," katanya.

Dipo Alam mengatakan, Presiden sangat memperhatikan Merapi karena hingga saat ini keadaannya masih belum stabil dan belum dapat diramalkan. Sementara ancaman Merapi masih terus ada. "Meski saat ini mulai reda, alhamdulillah dan kita berdoa semoga cepat selesai, tapi masih belum bisa diprediksi ke depannya, dan Presiden memperhatikan adanya ancaman ke depan dari Merapi ini. Ancaman Merapi bisa ke segala penjuru Merapi," katanya.

Ia mengatakan, justru di saat seperti ini dibutuhkan dukungan dari segala komponen bangsa, baik Presiden, pemerintahaa provinsi, pemerintah daerah dan juga masyarakat lainnya dalam menangani bencana ini. "Jangan sampai kita justru diributkan oleh hal-hal yang tidak penting, dan mendiskreditkan satu sama lain, hal itu justru tidak kontributif, padahal masyarakat butuh bantuan," katanya.

Presiden SBY memutuskan untuk berkantor di Yogyakarta mulai Jumat (5/11), setelah Merapi meletus pada Kamis tengah malam dengan skala yang lebih tinggi dari letusan beberapa hari sebelumnya. Keberadaan Presiden di DIY ini untuk mempercepat pengambilan keputusan dalam keadaan krisis bencana serta mengkoordinasikan kebijakan.

Pengamat Politik dari Universitas Indonesia Ari Junaedi menilai keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Yogyakarta memantau dan mengkoordinasikan langsung langkah-langkah penanganan meletusnya Gunung Merapi sebagai langkah yang tepat.

"Keputusan SBY untuk memimpin langsung penanganan bencana letusan Gunung Merapi sudah tepat. Apalagi intensitas letusan Gunung Merapi kian membahayakan warga di sekitar lereng Merapi," katanya.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA