Ahad , 14 May 2017, 11:00 WIB

2017, Telkom Gelar SDL Besar dan Bergengsi

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Telkom
Telkom

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PT Telkom kembali menggelar event Socio Digi Leader (SDL). Namun, tahun ini acara yang digelar oleh Human Capital Management/HCM PT Telkom tersebut digelar lebih besar dari tahun lalu. Bahkan, program ini mencari ide terobosan sosial hingga ke luar negeri.

Menurut Widyaiswara II Leadership Group of Leadership Center Telkom Corporate University, Yuddi Aryadi, SDL tahun ini digelar lebih besar karena kompetisi idenya tak sebatas solusi berbasis aplikasi digital seperti tahun lalu.

"Tapi juga meluas ke bidang hukum, ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, pariwisata, dan banyak lagi," ujar Yuddi kepada wartawan akhir pekan lalu.

Yuddi mengatakan, semua problematika Indonesia akan difasilitasi solusinya karena yang terpenting bisa memecahkan masalah dan aplikatif. "Ini lah bakti kami pada negeri, maka terobosan dari peserta nanti tak selalu bidang digital dan hak ciptanya pun tidak kami ikat," katanya.

Selain itu, kata dia, kompetisi akan lebih besar karena peserta yang diundang adalah mahasiswa aktif atau freshgraduate se-Indonesia usia maksimal 27 tahun, baik dr 34 provinsi Indonesia hingga mahasiswa luar negeri di seluruh dunia. Terutama, negara Australia dan Singapura menjadi dua target utama aktivasi program ini selain di dalam negeri.

"Tahun lalu ada dari seluruh provinsi, sehingga target proposal peserta tahun ini minimal 500 buah atau naik 100 persen dari jumlah proposal tahun lalu," katanya.

PT Telkom melalui program SDL, kata dia, akan roadshow ke kampus di Singapura, Sydney dan Melbourne dalam beberapa waktu ke depan. Bahkan, akan mengaajak mahasiswa asing dan mahasiswa Indonesia yang ada di sana untuk ikut berpartisipasi untuk memberi ide pembangunan Indonesia yang lebih baik.

Launching kegiatannya sendiri, kata dia, akan digelar di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Senin (15/5) langsung oleh Direktur HCM PT Telkom Herdy Harman. Tahun lalu, pembukaan dilakukan di Ubud, Bali, namun khusus tahun ini aktivitas di Bali hanya dilakukan saat bootcamp pada 25 peserta hasil seleksi pada Juli mendatang.

Yuddi mengatakan, insentif yang akan diberikan pada pemenang pun akan tetap menarik seperti SDL 2016. Namun hadiah yang utama adalah kesempatan direkrut menjadi karyawan PT Telkom.

"Tahun lalu kami rekrut 16 peserta jadi karyawan Telkom. Tahun ini tak ada target. Tapi yang berkualitas akan kami tawarkan, tapi mereka pun berhak tidak mengambil lowongan tersebut," katanya.

Selain jadi karyawan, kata dia, insentif lain adalah uang tunai, bantuan beasiswa kuliah, serta studi banding ke sejumlah lokasi di luar negeri seperti tahun lalu ke Singapura, Hongkong, dan Silicon Valley, Amerika Serikat.

Peserta pun, kata dia, bisa disalurkan menjadi inkubator program Indigo Creative Nation dan atau MDI (Metra Digital Investama) untuk bidang aplikasi serta ke Divisi Community Developement Center bagi aplikan bidang non aplikasi.

Mekanisme lomba sendiri, kata dia, akan diawali dengan pengiriman video singkat tentang ide terobosan sosial yang diberikan maksimal tanggal 30 Juni nanti. Setelah itu, akan dipilih 50 terbaik dan dikerucutkan jadi 25 peserta untuk ikut bootcamp di Bali.

"Dari 25 peserta, akhirnya dipilih 10 peserta babak final. Sama seperti tahun lalu, rencananya mereka akan dikompetisikan dalam format variety show di televisi nasional dengan pengumuman pemenang utama dilakukan 14 September 2017," katanya.

Berita Terkait