Jumat , 08 Februari 2013, 11:30 WIB

Kerja Sama dengan Trend Micro, Telkom Tak Ambil Untung

Rep: Friska Yolandha/ Red: Nidia Zuraya
Telkom
Telkom

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menyatakan tidak mengambil keuntungan apapun dari kerja sama dengan PT Amandjaja Multifortuna (Ampsecuretech) terkait perlindungan pelanggan internet Telkom (Speedy). Kerja sama ini bersifat nirlaba bagi perusahaan pelat merah ini.

"Ini sifatnya pass through, untuk meningkatkan loyalitas kepada pelanggan saja," ujar Direktur Komersial Telkom Sukardi Silalahi di kantor Telkom, Jumat (8/2).

Kerja sama ini diharapkan dapat menambah pelanggan Speedy Telkom yang saat ini sudah mencapai 2,3 juta pelanggan. Akhir tahun ini Telkom menargetkan pelanggan Speedy mencapai 5 juta pelanggan dengan kecepatan minimal 2 megabyte per detik.

Pada program kerja sama ini Telkom memberikan penawaran bagi pelanggan Speedy berupa antivirus Trend Micro untuk memproteksi jaringan internet pelanggan. Saat ini kejahatan di dunia maya semakin mengkhawatirkan sehingga Telkom merasa perlu ada perlindungan khusus untuk pelanggan Speedy.

Paket Trend Micro Antivirus Internet Security SE ditawarkan senilai Rp 345 ribu per tahun. Telkom memberikan promo gratis selama tiga bulan. Pada 9 bulan selanjutnya Telkom memberikan potongan harga sehingga pelanggan cukup membayar Rp 9.000, alih-alih harga normal sebesar Rp 20 ribu.

Paket ini juga menyediakan solusi kemampuan menyeleksi informasi yang aman bagi pengguna Speedy, terutama untuk menghindari mafia internet bagi anak-anak. Program ini memungkinkan orangtua mengatur program tertentu untuk menghindari anak membuka laman-laman berbahaya dan tidak sesuai untuk usianya. "Hal ini sejalan sengan arahan Kementerian Komunikasi dan Informatika," kata Sukardi.

Sukardi mengharapkan kerja sama ini bisa dilaksanakan seterusnya. Perseroan terus melakukan sosialisasi kepada pelanggan melalui pesan singkat dan website.

Tahun ini Telkom masih akan mendorong peningkatan pangsa pasar layanan data. Saat ini kontribusi layanan data Telkom mencapai 50 persen. Terkait bandling, Sukardi mengaku Telkom belum akan mendorong ke sana. Namun tidak menutup kemungkinan hal tersebut akan dilakukan bila memungkinkan.