Jumat , 01 September 2017, 10:13 WIB

Telkomsel Tantang Filmmaker Bandung Unjuk Aksi

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Budi Raharjo
pixabay
Ilustrasi Film
Ilustrasi Film

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG -- Telkomsel kembali menggelar program The 5-Min Video Challenge yang merupakan kompetisi video regional yang pertama kali diselenggarakan pada 2016. Event ini, merupakan hasil kolaborasi dari operator seluler yang tergabung dalam Singtel Group, yakni Singtel (Singapura), Optus (Australia), AIS (Thailand), Airtel (India dan Afrika), Globe (Filipina), dan Telkomsel (Indonesia).

Menurut General Manager Sales Regional Jabar Telkomsel, Agustiyono, kompetisi ini terbuka untuk seluruh filmmaker. Baik mereka yang sudah berpengalaman di industri film, maupun para pemula sampai orang awam yang merasa tertantang untuk menciptakan konten berkualitas yang dapat menggugah perhatian masyarakat luas.

Memasuki season ke-2 nya, kata dia, The 5-Min Video Challenge kembali melihat potensi besar para filmmaker yang akan menelurkan berbagai karya terbaiknya. Untuk lebih memantapkan hasil karyanya dan sebelum memasuki masa seleksi Telkomsel akan mengelar terlebih dahulu Workshop The 5-Min Video Challenge yang akan diadakan di berbagai kampus di tujuh kota di Indonesia.

Yaitu di Surabaya (21 Agustus), Makassar (24 Agustus), Bandung (29 Agustus), Medan (30 Agustus), Jakarta (4 dan 18 September), Bali (6 September), Yogyakarta (8 September).

Menurut Agustiyono, Telkomsel konsisten dalam menghadirkan beragam wadah untuk generasi milenial kreatif terutama para filmmaker yang berada di Kota Bandung untuk menciptakan karya terbaiknya yang berkualitas. "Nantinya, mereka bisa berkompetisi di level Internasional sekaligus membawa kebanggaan bagi bangsa Indonesia,“ katanya.

Tema yang diambil, kata dia, adalah Connecting Lives'. Dalam kompetisi ini, menantang kreativitas dan pemikiran partisipan untuk menginterpretasikan hubungan antara cara kita melihat dunia dan bertindak sehari-hari dengan berbagai kejadian yang mengantarkan kita pada hal-hal penting dalam hidup.

Hal tersebut, kata dia, diharapkan mampu menggambarkan bagaimana sebuah video berkualitas mampu memberikan keterhubungan sebuah ikatan Visual dan Rasa bagi setiap penonton yang menyaksikannya.

Pada kompetisi domestik, kata dia, para juri akan memilih 10 kandidat video terbaik. Dari 10 kandidat tersebut, akan dipilih kembali 5 video favorit berdasarkan voting terbanyak yang masing-masing berhak mendapatkan Rp 50 juta, serta 2 video terbaik pilihan dewan juri yang masing-masing berhak mendapatkan uang tunai Rp 150 juta dan Rp 75 juta.

Kedua tim finalis akan mewakili Indonesia untuk berhadapan dengan pemenang-pemenang dari negara lain di final kompetisi regional di Singapura pada tanggal 22 November 2017. Di kompetisi ini, kata dia, sederetan nama yang tidak asing lagi di dunia perfilman nasional akan ikut serta sebagai juri, yaitu Joko Anwar, Mouly Surya dan Lucky Kuswandi.

Selain itu akan ada guest speaker yang akan ikut serta dalam rangkaian workshop di berbagai kampus untuk memberikan gambaran lebih lengkap mengenai kompetisi ini dan berbagi tips pembuatan video (videomaking).