Jumat , 05 April 2013, 17:13 WIB

Buat Digital di Bandung Telkom Tiru Bali

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Djibril Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk, menyiapkan sejumlah langkah stategis untuk merealisasikan visi menjadikan Indonesia, sebagai salah satu negara broad band.

Menurut General Manager PT Telkom Wilayah Tengah, Binuri, rencana pengembangan jaringan itu pun berlangsung di Jabar, termasuk Kota Bandung. "Kami siap membangun Bandung DiSo (Digital Society)," ujar Binuri, kepada wartawan, Jumat (5/4).

Binuri menjelaskan, sebenarnya, program digital society itu sudah bergulir di Bali. Namanya, Bali DiSo. Pada program Bali DiSo, Telkom melakukan pemasangan fiber optik sampai ke rumah rumah. Selain itu, kata dia, Telkom juga mengembangkan jaringan Wi-Fi pada lokasi-lokasi yang berkaitan dengan pariwisata.

Seperti hotel, restoran, dan sejenisnya, termasuk tempat-tempat wisata. Hal itu, untuk mendukung ekonomi broadband. Selama ini, kata dia, program di Bali itu tergolong sukses. "Karenanaya, kami mencoba menerapkan program Bali DiSo di Bandung," katanya.

Binuri berpendapat, pengoperasian Bandung DiSo dapat meningkatkan sektor pariwisata. Terlebih, dia, selama ini, Bandung menjadi daerah tujuan wisata, yaitu kuliner dan belanja.

Pihaknya, cetus dia, memproyeksikan Bandung DiSo mulai bergulir pada tahun ini. "Kami masih menunggu rekomendasi Gubernur Jabar dan Wali Kota Bandung," kata Binuri.

Program lainnya, kata Binuri, pihaknya pun fokus pada perluasan jaringan. Caranya, melakukan ekspansi ke mancanegara.

Sejauh ini, menurut Binuri, Telkom telah memiliki jaringan di beberapa negara. Antara lain, sebutnya, Timor Timur, Australia, Singapura, dan  Hong Kong. Negara-negara berikutnya yang siap menjadi target ekspansi yaitu Makau, Myanmar, Thailand, Malaysia, dan Arab Saudi.

Ternyata, kata dia, pengembangan jaringan internasional berefek positif pada nilai saham PT Telkom. Menurutnya, posisi terkini saham lembaga BUMN tersebut naik menjadi Rp 10.850 per lembar. "Sebelumnya, berada pada level sekitar Rp 8 ribu per lembar," katanya.

Tidak hanya jaringan internasional, kata dia, pihaknya pun mengembangkan sistem fiber optik untuk mendukung jaringan antar-pulau, yakni Indonesia Digital Network (IDN). Sistem ini, jelasnya, memungkinkan sistem jaringan yang terkoneksi di antara pulau. "Tahap awal, yaitu Jawa-Sumatera-Kalimantan. Berikutnya, Indonesia Bagian Timur," katanya.