Sabtu , 26 September 2015, 20:44 WIB

Muka Air Tanah di Bandung Turun 75 Meter

Red: Esthi Maharani
air tanah
air tanah

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Muka air tanah di salah satu kawasan Kota Bandung, Jawa Barat, saat ini mengalami penurunan hingga 75 meter. Hal itu diungkapkan Dosen Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung (ITB) Rudy Sayoga Gautama.

"Itu terutama di daerah yang banyak eksploitasi airnya. Misalnya, di kawasan Stasiun (Bandung) ada yang tekanan air tanahnya itu 28 meter di atas permukaaan, sekarang turun di bawah permukaan," katanya dalam diskusi tentang pengelolaan air tanah di Bandung, Sabtu (26/9).

Ia menjelaskan, penurunan muka air tanah di Kota Bandung salah satunya dikarenakan penggunaan air tanah yang tidak terkendali, seperti untuk pembangunan industri pada beberapa daerah dengan kondisi air tanah yang nisbi baik.

"Dampaknya jumlah air tanah akan berkurang, dulu kalau kita bikin sumur lima meter ada airnya, sekarang minimal harus 20 meter. Dampak lain permukaan tanah bisa amblas," ucap dia.

Dengan segala macam eksploitasi air yang ada maka bisa dikatakan Kota Bandung dengan segala pembangunan fisik yang terus berkembang maka saat ini masuk dalam kondisi kritis air.

"Kritis, artinya akhirnya cadangannya berkurang bahkan bisa habis," tutur dia.

Menurut dia, untuk mengembalikan kondisi air tanah di Kota Bandung membutuhkan waktu lama, dan untuk mengalirkan air dari daerah resapan ke daerah yang lebih rendah secara alami akan menampungnya dibutuhkan waktu puluhan, bahkan hingga ratusan tahun.

"Dan menormalkan kembali muka air tanah tidak mudah maka peran pemerintah harus menjadi utama. Pemerintah harus bisa tegas dalam pengelolaan air," ujarnya.

Sumber : antara