Jumat , 26 February 2016, 22:08 WIB

Telkom Rapikan Infrastruktur Jaringan Fiber Optik di Surabaya

Rep: Binti Sholikah/ Red: Djibril Muhammad
Telkom Indonesia
Telkom Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) berupaya mempercepat penyelesaian infrastruktur dengan mengganti kabel-kabel tembaga menjadi fiber optik. Penggelaran fiber optik dilakukan secara bertahap di seluruh Indonesia.

Hal itu untuk meningkatkan penetrasi broadband terkait kebutuhan masyarakat yang makin besar pada akses internet kecepatan tinggi. "Untuk wilayah Surabaya sendiri, kami sudah menggelar fiber optik di hampir 1000 kawasan, terutama di kompleks perumahan," kata General Manager Telkom Surabaya, M Nasrun Ihsan, dalam siaran pers, Kamis (25/2).

Menurut dia, penarikan kabel fiber optik di kawasan perumahan untuk mendukung layanan Indihome triple play lebih mudah daripada penarikan di jalan-jalan protokol. Ia mengaku Telkom kerap merasa kesulitan menarik di jalan-jalan protokol akibat pekerjaan dari instansi lain di area yang sama.

Terlebih, di beberapa jalan protokol juga sedang dibangun proyek Pemerintah Kota. Akibatnya, beberapa
lokasi titik ketinggian tiangnya menjadi sudah tidak layak, akibat penggalian box culvert. "Kami akan tindaklanjuti dengan pengantian tiang dan pemindahan route ke tiang baru," ucap Nasrun.

Nasrun menyebutkan, di Jl HR Muhammad, terdapat dua kabel milik Telkom. Ia mengaku sudah melakukan perapihan sejak lama dengan mengikatnya. Beberapa kabel yang masih ngelewer atau berantakan diklaim bukan kabel milik Telkom.

Nasrun berharap, ke depan tidak mengalami kesulitan untuk proses penarikan dan maintenance infrastruktur Telkom di lapangan. Apalagi, ia melanjutkan, kota Surabaya sudah mencanangkan diri sebagai salah satu smart city.

"Kota ini sangat dinamis dan kami berharap penggelaran fiber optik ini tidak ada masalah sehingga bisa mengakomodasi arus komunikasi data dan konten-konten yang bermanfaat untuk perkembangan kota," katanya.

Nasrun juga berharap, jaringan fiber optik yang sudah digelar di ratusan wilayah lain bisa segera dimanfaatkan masyarakat. Saat ini, Telkom bekerja sama dengan Pemkot Surabaya menggandeng komunitas-komunitas untuk membantu melakukan edukasi pentingnya akses internet broadband. Salah satu lokasinya bisa dilakukan di BLC (Broadband Learning Center) yang di area Surabaya.

Jika pengguna akses broadband ini meningkat cepat, ia menambahkan, kesejahteraannya pasti akan meningkat. Hal itu berbanding lurus sesuai dengan hasil survei ITU (International Telecommunication Unit). Hasil survei ITU, menunjukkan peningkatan penetrasi broadband 10 persen akan berdampak pada peningkatan GDP penduduknya sebesar 1,38 persen.