Sabtu , 16 May 2015, 12:49 WIB

TelkomSigma Gandeng Perusahaan Malaysia Garap Teleradiology

Red: Citra Listya Rini
Presiden Direktur TelkomSigma Judi Achmadi
Presiden Direktur TelkomSigma Judi Achmadi

REPUBLIKA.CO.ID, SENTUL  --  TelkomSigma optimistis adopsi layanan Teleradiology bisa menjadi salah satu penopang pertumbuhan bisnis data center yang dikelola anak usaha Telkom itu di masa depan.

"Kami telah menggandeng perusahaan asal Malaysia, Redtone International Bhd, untuk menggarap layanan Teleradiology di Indonesia. Kita melihat kebutuhan akan analisis data medis yang tepat dan akurat secara real time semakin melonjak saat ini di Indonesia," kata Presiden Direktur TelkomSigma Judi Achmadi di Jakarta, Sabtu (16/5).

Menurut Judi, adanya Data Center Telkomsigma yang AlwaysOn akan membuat layanan yang membutuhkan koneksi 7x24 jam ini menjadi mulus. Faktor lain yang membuat layanan Teleradiology bisa sukses jika seluruh data medis yang dikirimkan dapat di-backup secara realtime online sehingga tidak ada perubahan data apabila terjadi kondisi disaster saat transfer data dilakukan. 

"Bersama dengan RedTone  kami akan terus mengembangkan layanan ini ke negara-negara tetangga lainnya di Asia Tenggara, soalnya ini  akan mempercepat pertumbuhan bisnis Telkomsigma melalui solusi managed IT Value-Added Services & Solutions,” kata Judi.

Teleradiology Exchange diyakini dapat membantu banyak rumah sakit di Indonesia dalam memberikan layanan radiology sekaligus menghemat biaya layanan kesehatan di Indonesia pada umumnya. Layanan ini akan sangat membantu dalam mengatasi keterbatasan dalam tenaga ahli, mempercepat layanan radiology dan mengembangkan layanan ke daerah-daerah terpencil secara efektif dan efisien.

Layanan Teleradiology dari TelkomSigma, RedTone, serta RISER Corporindo sebagai partner pengembangan solusi tengah diimplementasikan di  RS Pertamedika Sentul City. Pada Kamis (14/5) lalu, Menkominfo Rudiantara mengunjungi rumah sakit itu untuk melihat implementasi proyek tersebut di RS Pertamedika Sentul City.

Menurut Rudiantara, hal yang perlu diperhatikan dalam implementasi solusi Teleradiology adalah suatu ekosistem, yakni terdapat dokter spesialis radiologi, equipment, teknologi yang terdiri dari aplikasi dan jaringan, dan yang terakhir manajemen rumah sakit. 

“Semua ekosistem ini harus berjalan dan merupakan satu kesatuan untuk menuju kunci sukses dalam implementasi solusi teleradiology di rumah sakit. Proyek teleradiology ini harus disosialisasikan dan rumah sakit harus berstandar internasional,” ujar Rudiantara.

Direktur Utama RISER Corporindo Bunjamin Noor menambahkan adanya kerja sama  dengan Telkomsigma menjadi langkah awal perseroan dalam mengembangkan Teleradiology Exchange di Indonesia.