Sabtu , 09 September 2017, 12:17 WIB

Telkom Bedah Ratusan Rumah Pensiunannya

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Andi Nur Aminah
Bedah Rumah
Bedah Rumah

REPUBLIKA.CO.ID,  BANDUNG -- Sedikitnya 152 rumah pensiunan tak layak sepanjang tahun ini telah diperbaiki Badan Otonom Bedah Rumah Persatuan Pensiunan Telkom (Batom BR P2TEL) yang disokong Direktorat Human Capital Management (HCM) PT Telkom. Menurut Ketua Batom BR P2TEL Mustadjab Admodihardjo, jika direkapitulasi, program yang berjalan sejak 2013 ini telah merenovasi total 279 rumah pensiunan di seluruh Indonesia. Jumlah itu tersebar dari Aceh hingga Alor Nusa Tenggara Timur, dengan rerata renovasi rumah berkisar Rp 30 juta per bangunan. 

Mustadjab mengatakan, Direktorat HCM mulai tahun ini menyokong sebagai unit dengan dana total sokongan Rp 5 miliar lebih. Bujet ini disalurkan melalui unit di bawah HCM PT Telkom yakni Yayasan Kesehatan (Yakes) Telkom, Dana Pensiunan (Dapen) Telkom, dan Community Developement PT Telkom. "Sejak 2015 sebenarnya sudah ikut terlibat bedah rumah namun lebih ke inisiatif unit, bukan direktorat," ujar Mustadjab dalam siaran persnya, Sabtu (9/9).

Menurut Mustadjab, pada 2017 ini ada SK yang ditandantangani Direktur HCM Telkom (Herdy Harman) untuk merenovasi 152 rumah. "Ini akan renovasi 153 rumah dari Juli 2017 hingga ulangtahun Telkom ke-53 pada 6 Juli 2018," katanya. 

Menurut dia, penerima program adalah karyawan Telkom dengan kriteria antara lain janda/duda pensiunan, memiliki manfaat pensiunan bulanan tidak lebih dari Rp 1 juta, serta memiliki tanah dengan sertifikat sendiri. Penerima diusulkan dari 114 cabang P2Tel se-Indonesia, untuk kemudian dievaluasi dan diputuskan Batom BR P2TEL. 

Renovasi sendiri, kata dia, ditargetkan selesai 21 hari dengan kustomisasi renovasi akan menyesuaikan kondisi di lapangan. Termasuk, pemberdayaan lingkungan sekitar, sehingga pensiunan akhirnya memperoleh bangunan jauh lebih layak dari sebelumnya. 

Selain membedah 152 rumah, menurut Mustadjab, berbagai program yang sudah diimplementasikan antara lain sebanyak 15 rumah di tahun 2013, 36 rumah (2014), 25 rumah (2015), serta 46 rumah (2016). Jika dua tahun awal terfokus di Pulau Jawa, maka sejak 2015 lalu, program diterapkan di Pulau Jawa dan Luar Jawa. 

"Prinsipnya kami sejalan dengan spirit Direktorat HCM Telkom beberapa tahun terakhir ini yang perhatikan karyawan dari masuk hingga pensiun," kata Mustdjab seraya mengatakan selain membantu renovasi, sudah dua tahun ini pensiunan memperoleh THR dari direksi periode sekarang.

Mustadjab menjelaskan, persepsi publik tentang Telkom selalu memadai. Namun faktanya, terutama pensiunan tahun 2002 ke bawah, uang pensiunannya sangat tidak memadai sehingga terpaksa tinggal di rumah tidak layak sekaligus tidak sehat. 

Setelah bergerak sendiri tahun 2013 lalu dengan mencari mitra PT Telkom, juga para donatur, program memulai dengan sulit dan swamandiri. Terbukti, setelah berhasil membedah dengan efektif dan efisien, kepercayaan pun datang dari berbagai pihak secara signifikan. 

Batom BR P2TEL mencatat, dari 33 ribu anggotanya, diprediksikan ada 9.000-an anggotanya yang memiliki manfaat pensiunan bulanan terbatas. Dan dari angka tersebut, baru 279 rumah yang telah dibedah sehingga program harus terus digerakkan. Obsesi PT Telkom ke depan, kata dia, adalah membuat rumah deret untuk pensiunan PT Telkom yang masih ada yang belum punya rumah sendiri. 

"Bakal lahan tersedia di kawasan Telkom University di Dayeuhkolot, tinggal izin dan legalitas yang belum keluar," katanya.