Rabu , 06 September 2017, 17:10 WIB

Usai Pemulihan Satelit, Saham Telkom Kembali Bergeliat

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Dwi Murdaningsih
Republika/Rakhmawaty La'lang
 Karyawan melintasi layar Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (7/8).
Karyawan melintasi layar Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (7/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  – Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) kembali menggeliat pascapemulihan yang cepat untuk pelanggan satelit Telkom 1 (T-1) yang mengalami anomali di Jumat (25/8). Dalam pantauan di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham dengan kode TLKM itu hingga sesi siang (6/9), mengalami kenaikan 60 basis poin dengan bertengger di Rp 4.710 per lembar saham. Di pembukaan perdagangan pagi (6/9), saham Telkom dibuka di Rp 4.650 per lembar.

''Kalau dari analisis kami sejak peristiwa anomali yang dialami Telkom 1, bisa dikatakan hari  ini saham TLKM  sudah mulai rebound.  Asing udah kembali buyback," ungkap CEO Teman Trader, startup di bidang saham, Lukman Elhakiem Syamlan, dalam siaran persnya, di Jakarta, Rabu (6/9).

Dalam analisisnya, sejak berita anomali satelit Telkom 1 beredar luar, mulai 30 Agustus 2017 hingga 5 September 2017,  investor asing sudah keluar dari TLKM sebanyak Rp 402 miliar. Namun, hari ini asing kembali masuk dengan net buy. Meski masih tipis hanya Rp 3 miliar sampai dengan jam 10.55 tadi.

"Tetapi kabar gembiranya harga sudah masuk kembali ke zona aman di atas Rp 4.690- Rp 4.700 per lembar," katanya.

Lukman menambahkan, sebenarnya sebelum ada peristiwa anomali terhadap satelit Telkom 1 (23 Agustus 2017) pasar sudah merespons negatif TLKM. Sehingga, investor mencari untung dengan melakukan nett sell pada cari untung investor dengan nett sell.

Analis dari Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada menyatakan, secara fundamental saham Telkom sangat kuat. Sehingga peristiwa anomali tak menggoyang kinerjanya.

Menurut dia, kejadian tersebut (anomali) dapat dimanfaatkan sebagai sentimen negatif. Karena kebetulan pasar juga tidak mendukung untuk adanya kenaikan. "Pasar memanfaatkan momen ini untuk melakukan aksi jual di TLKM," kata dia.

Ia menuturkan, aksi Telkom yang cepat melakukan pemulihan dan rencana ke depan dalam pengadaan satelit menjadi katalis bagi Telkom di masa mendatang.  Sejak terjadi peristiwa anomali terhadap satelit Telkom 1, operator pelat merah ini  telah menyelesaikan perbaikan 100 persen site layanan broadcaster dengan total jumlah sebanyak 355 site. Realisasi pemulihan site pelanggan hingga Selasa (5/9) pukul 10.00 WIB telah mencapai 10.654 site atau 71 persen dari total 15.000 site. 

Sesuai dengan target yang telah dicanangkan oleh manajemen TelkomGroup bahwa proses migrasi ini harus selesai pada tanggal 10 September 2017.