Jumat , 04 August 2017, 17:28 WIB

Telkom Jadikan Sukabumi Kota Pertama 100 Persen Fiber Optik

Red: Qommarria Rostanti
Dok Telkom Indonesia
Direktur Network & IT Solution Telkom Zulhelfi Abidin (kiri), Wali Kota Sukabumi, Mohamad Muraz (tengah), dan EVP Telkom Regional III I Ketut Budi Utama (kanan) bersama-sama menekan tombol menandakan pencanangan Kota Sukabumi sebagai Telkom Modern City pertama di Indonesia bertempat di T-Cloud Sukabumi (4/8).
Direktur Network & IT Solution Telkom Zulhelfi Abidin (kiri), Wali Kota Sukabumi, Mohamad Muraz (tengah), dan EVP Telkom Regional III I Ketut Budi Utama (kanan) bersama-sama menekan tombol menandakan pencanangan Kota Sukabumi sebagai Telkom Modern City pertama di Indonesia bertempat di T-Cloud Sukabumi (4/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Salah satu yang dilakukan yaitu meluncurkan program Telkom Modern City di Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada Jumat (4/8).

Program memodernisasi jaringan dari kabel tembaga menjadi 100 persen serat optik tersebut menjadikan Sukabumi sebagai kota pertama Telkom Modern City di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan di T-Cloud Sukabumi, bersamaan dengan proses menonaktifkan Sentral Telepon Otomat (STO) Sukabumi serta 59 STO lainnya di seluruh Indonesia yang menandai perubahan sistem jaringan menjadi serat optik.

Direktur Network & IT Solution Telkom Zulhelfi Abidin mengatakan proses pendirian kota modern ini memakan waktu sekitar tiga tahun. “Telkom mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan dukungan Pemerintah Kota Sukabumi sehingga modern city pertama di Indonesia ini terwujud,” kata Zulhelfi dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id.

Menurutn dia, Telkom dan Pemerintah Kota Sukabumi bertekad sama-sama menjaga estetika kota melalui  pembenahan jaringan sekaligus memberikan layanan komunikasi digital yang lebih baik dan modern. Telkom Modern City bertujuan meningkatkan kualitas layanan pelanggan dan masyarakat secara umum. Program ini, kata dia, bertujuan agar pelanggan dapat menikmati layanan yang lebih baik. Pasanya kualitas layanan berbasis serat optik menghadirkan performa yang jauh lebih mumpuni ke tahapan layanan teknologi informasi dan komunikasi yang terintegrasi.

Kehadiran jajaran Pemerintah Kota Sukabumi pada pelucuran Telkom Modern City ini sejalan dengan komitmen Telkom untuk mendukung program kota cerdas. Saat ini Kota Sukabumi sedang menjalani pendampingan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mengimplementasikan konsep kota cerdas.

Kota Sukabumi menempati peringkat ke-8 dari 25 kota proyek percontohan dalam hal kesiapan infrastruktur.  Peran Telkom yang diwakili Telkom Witel Sukabumi dalam penerapan kota cerdas tersebut diimplentasikan melalui dukungan penyediaan jaringan internet untuk seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Kota Sukabumi sehingga seluruh SKPD saat ini telah memiliki aplikasi masing-masing.

Telkom juga mendukung sekitar 15 puskesmas yang ada di Kota Sukabumi dengan aplikasi E-Puskesmas beserta jaringan internetnya. Dukungan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Kota Sukabumi. Masyarakat juga dapat menikmati layanan pemantauan kamera pengawas daring (CCTV online) milik Dinas Perhubungan Kota Sukabumi di mana Telkom berperan menyediakan jaringan dan jaringannya.

Kontribusi Telkom kepada masyarakat Kota Sukabumi juga diimplementasikan dalam bentuk penyediaan wifi corner agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses internet dan melakukan berbagai kegiatan positif. Titik akses wifi corner antara lain berada di halaman Masjid Agung Sukabumi.  Terdapat juga Alun-alun Digital hasil kerja sama Telkom dengan Pemkot Sukabumi dalam menyediakan titik akses internet bagi publik.

Sektor usaha kecil dan menegah (UKM) ataupun industri lain di Sukabumi dapat pula menikmati layanan digital ini untuk menggenjot produktivitas. “Karena teknologi berbasis fiber optik ini mampu menyediakan bandwidth lebih besar dan meminimalisir risiko gangguan," kata Zulhelfi. Hal ini terbukti dari menurunnya keluhan pelanggan di Kota Sukabumi hingga 94 persen per harinya.

Keberadaan infrastruktur yang lebih mumpuni diharapkan bermanfaat untuk memajukan perekonomian di Kota Sukabumi. Implementasi kota cerdas dinilainya akan semakin nyata dengan kualitas layanan yang semakin baik. Pada akhirnya pelayanan Pemkot Sukabumi kepada masyarakat akan lebih baik.