Rabu, 16 Jumadil Akhir 1435 / 16 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Sstt...Facebook Islami Tak Hanya 'Jualan' Sarana Pertemanan Saja Lho

Kamis, 13 Oktober 2011, 16:00 WIB
Komentar : -1
Facebook
Salam World (ilustrasi)
Salam World (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia digaet Salam World Corp, perusahaan patungan Rusia dan Turki, untuk mengembangkan "Facebook" islami.

Menurut Deputy Chief Finance Officer of Salam Worl Corp, Aidarbek Khojanazarov, website pertemanan baru ini sarat akan unsur Islami. Ia mengatakan, nantinya, website tersebut tak hanya bersifat sebagai ajang pertemanan semata. Di dalam website terdapat juga layanan lainnya, mulai dari info seputar ibadah dalam Islam hingga kelompok-kelompok organisasi kemasyarakat.

Selain itu ada pula jenis lain terkait internet payment system. Salam World mengaku bakal mengembangkan alat pembayaran internet seperti electronic gold yakni dengan konsep electronic dinnar.

"Kita akan dorong transaksi ini," katanya. Ia mengharapkan Muamalat bisa menjadi partner dalam pelayanan ini.

Di 2011, Salam World menggelontorkan dana sebesar 10 juta dolar AS untuk mengembangkan perusahaan itu, satu tahun terakhir. Dalam dua tahun ke depan, perusahaan itu bakal mengeluarkan dana sebesar 40 juta dolar AS untuk ekspansi lebih lanjut.

Bukan hanya Indonesia, perusahaan itu mengaku bakal membuat 16 cabang baru di negara Muslim lainnya. Salah satunya di Iran dan Malaysia.

Reporter : Sefti Oktarianisa
Redaktur : Siwi Tri Puji B
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.(QS At Taubah ( 9:20))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Taufik Rabu, 1 Februari 2012, 10:01
Walaupun ketinggalan momentum, saya pasti dukung..
  Denzi Rabu, 4 Januari 2012, 07:45
kami setuju dengan adanya jejaring sosial yang islami & juga untuk prifasi untuk menjaga sebagai seorang muslim.