Jumat , 18 Desember 2009, 09:48 WIB

Novel 'Demi Allah aku Jadi Teroris' Diluncurkan

Red:
JAKARTA--Novel 'Demi Allah aku jadi Teroris' merupakan sebuah novel fiksi yang berisi perjalanan seorang mahasiswi kedokteran yang cantik dan lugu, Kemala. Kemala mencari Allah, namun di tengah perjalanan, tersesatkan.

Hingga akhirnya Kemala mencapai sebuah titik, dimana ia percaya bahwa apapun yang dilakukannya, bahkan tindakan kriminal sekalipun, dilakukannya demi keyakinannya. Kemala kemudian diperhadapkan dengan Prakasa, seorang agen anti teroris berhati dingin. Yang dalam penyamarannya mendapati bahwa kebekuan hatinya dapat mencair, hingga nyawa mereka menjadi taruhan.

Novel karya Damien Dematra ini lahir dari gagasan tentang kepedulian pada perdamaian di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya.

Novel fiksi yang merupakan karya ke-42 Damien ini tidak bermaksud menyudutkan pihak manapun atau agama apapun. Karena walaupun merupakan potongan dari berbagai kisah kehidupan nyata, cerita ini tetap dirangkai dalam sebuah tatanan fiksi yang bertujuan mengetuk pintu kesadaran masyarakat. Bahwa kita semua tanpa kecuali dapat tergelincir dalam sebuah persepsi yang membahayakan. Bukan saja membahayakan diri sendiri, namun juga orang lain.

Kisah ini juga bertujuan mengedepankan nilai-nilai indah dan harmonis dalam kehidupan bermasyarakat. Yaitu kerukunan dan perdamaian bagi seluruh umat manusia serat menjunjung harkat dan martabat manusia. Bahwa tidak ada pembenaran atas pembunuhan masal, apalagi yang mengatasnamakan Tuhan atau landasan keyakinan apapun.

Mantan Ketua Umum Muhammadiyah, Syafi'i Ma'arif mengungkapkan bahwa pesan moral yang hendak disampaikan adalah agar Tuhan tidak dibajak untuk membenarkan tindakan keji dan biadab. Agama, dalam hal ini Islam adalah agama perdamaian dan kemanusiaan.

Sementara Nasir Abas, mantan pimpinan Jamaah Islamiyah pada peluncuran novel ini di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta, Kamis malam (17/12), mengatakan bahwa novel ini menarik untuk kalangan remaja yang sedang mencari jatidiri Islami. Ini menurutnya juga kisah yang menjadi pelajaran dalam menghindari kesesatan paham yang hanya didasari oleh semangat dan amarah yang tidak terkendali.

Dengan demikian, menurut Nasir Abas, kesadaran yang muncul dari diri sendiri dan kecintaan yang murni dari lubuk hati yang dalam terhadap Islam, membawa perubahan yang positif. osa/kpo
TAG

Berita Terkait