Jumat , 11 July 2008, 04:23 WIB

Pekan Pemahaman Islam di Selandia Baru

Red:
Mereka mencoba memberi pemahaman bahwa Islam adalah agama yang menghargai keberagamaan. Juga melururskan kesalahpahaman terhadap keimanan yang dimiliki umat Islam. Kaum Muslim di Selandia Baru kini mulai menyadari pentingnya mempromosikan ide tentang keanekaragaman di negara Barat Daya Pasifik tersebut. Mereka pun menggelar kegiatan bertajuk Pekan Pemahaman Islam. Berita yang dilansir harian Scoop edisi 13 Agustus ini menyebutkan, kegiatan ini dimaksudkan agar publik Selandia Baru makin memahami keyakinan Islam yang luhur dan bebas dari stigma terorisme. Kegiatan ini menjadi wahana bagi penduduk Selandia Baru untuk belajar dan menghargai kepercayaan, nilai, dan praktik ibadah Muslim di sekitar mereka, ujar Javed Khan, presiden Federasi Asosiasi Islam Selandia Baru (The Federation of Islamic Associations of New Zealand/FIANZ). Tujuan kegiatan tersebut, lanjut Javed, adalah untuk menunjukkan keanekaragaman di Selandia Baru serta memberikan kontribusi dalam lingkup kebersamaan dan saling pengertian sosial dengan membuka diri melalui komunikasi dan relasi sosial yang baru. "Selain itu juga untuk menepis kesalahan informasi tentang Islam dan mencegah prasangka akibat buramnya potret Muslim yang diberitakan media." Dengan mengusung tema Persatuan dalam Keberagaman acara Pekan Pemahaman Islam menyuguhkan sejumlah kegiatan, mulai dari pemutaran film, talk show, hingga pembagian bahan-bahan bacaan secara cuma-cuma. Sejumlah pejabat hadir dalam acara ini. Menteri Kerja Sama Budaya Selandia Baru, Chris Carter, mengatakan, kegiatan yang diadakan FIANZ sebagai federasi dari beberapa asosiasi Islam di sejumlah wilayah regional Selandia Baru mendorong penduduk negara itu untuk mendalami dan mempelajari Islam. ’’Saya secara pribadi sangat mendukung komitmen organisasi ini untuk menyelenggarakan kegiatan tahunan Pekan Pemahaman Islam yang bertujuan memberikan kesempatan secara terbuka kepada setiap warga untuk mempelajari Islam. Carter menegaskan, Muslim telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kesatuan sosial bangsa Selandia Baru selama berabad-abad. Muslim Selandia Baru sudah sangat membaur, terikat apik dengan warga lainnya sejak kedatangan pertama mereka sebagai penambang di ladang emas Central Otago sekitar tahun 1870-an, jelas Carter. ade
TAG

Berita Terkait