Selasa , 15 July 2008, 19:55 WIB

Geliat Ekonomi Syariah di Balikpapan

Red:
Jakarta--RoL-- Ekonomi syariah kini terus menggeliat di Kalimantan Timur, khususnya di Kota Balikpapan. Hal ini tampak dari beberapa perbankan yang membuka unit usaha syariah (UUS) di kota minyak ini. Sedikitnya ada empat bank yang membuka usaha syariah, yaitu Bank Muamalat Indonesia (BMI), Bank Syariah Mandiri (BSM), BNI Syariah dan BRI Syariah. Perkembangan bank syariah di kota ini, tak lepas dari peran pemerintah kota Balikpapan yang secara konsisten mendorong pertumbuhan ekonomi syariah. Baik dukungan secara pribadi maupun kelembagaan. Operation Manager Bank Muamalat Indonesia (BMI) Cabang Balikpapan, Qoimun mengungkapkan, saat ini perkembangan ekonomi syariah di Balikpapan sangat pesat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, pertumbuhan yang baik ini dikarenakan adanya dukungan positif dari pemerintah kota Balikpapan. ''Kita sangat bersyukur karena pemerintah kota Balikpapan memberikan dorongan baik dalam bentuk moril maupun lainnya sehingga perkembangan bank syariah di kota ini berjalan dengan baik,'' jelas Qoimun kepada Republika di Balikpapan, akhir pekan kemarin. Selain dukungan dari pemerintah setempat, lanjut pria kelahiran Semarang ini, dukungan serupa juga datang dari para ulama dan tokoh masyarakat setempat. Seperti diketahui, di Balikpapan terdapat sedikitnya dua buah pondok pesantren yang sangat besar, yaitu Pondok Pesantren Hidayatullah yang terletak di Gunung Tembak dan Pondok Pesantren Syekh Muhammmad Arsyad Al-Banjari yang dipimpin KH Syarwanie Zuhri. Tak heran, dukungan dari berbagai pihak itu, geliat ekonomi syariah di Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan, berjalan dengan baik. Qoimun menyebutkan, sepanjang semester pertama tahun 2008, Bank Muamalat Indonesia Cabang Balikpapan berhasil membukukan Asset sebesar Rp 62 miliar. Begitu juga dengan biaya pendapatan sebesar Rp 48 miliar, dari Crew Muamalat sebesar Rp 48 miliar, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 175 miliar, laba rugi sebesar Rp 4,8 miliar dan financing (pembiayaan) sebesar Rp 82 miliar. ''Dari total pendapatan mulai dari aset hingga pembiayaan itu, Bank Muamalat Cabang Balikpapan menjadi peringkat pertama dalam memberikan kontribusi ke tingkat nasional di kantor pusat,'' jelasnya. Secara umum, lanjut Qoimun, angka tersebut masih belum signifikan dibandingkan dengan pendapatan tahun lalu. Hal ini disebabkan adanya perubahan posisi Bank Muamalat Cabang Balikpapan dari Cabang Korporat dan Bisnis, kini hanya fokus untuk Cabang Bisnis. ''Sedangkan untuk korporat akan ditangani langsung oleh Bank Muamalat pusat,'' ungkapnya. Qoimun menambahkan, walaupun demikian, pihaknya optimistis mampu memenuhi target yang ditetapkan kantor pusat. Sinergi Tim Qoimun mengakui, keberhasilan yang diraih Bank Muamalat Cabang Balikpapan itu tak lepas dari sinergisitas antara seluruh komponen yang ada di Bank Muamalat dan dukungan nasabah. ''Jika melihat dari scoring board dari A (asset) sampai F (financing), semuanya itu merupakan kerjasama tim Mualamat,'' tegasnya. Menurut bapak satu anak ini, keberhasilan itu diperoleh dari sharing yang dilakukan bersama seluruh crew muamalat berdasarkan nilai-nilai spiritual yang mengacu pada sharing Pikr, Mikr dan Zikr. Ketiganya berjalan secara seimbang. ''Kami berusaha untuk menciptakan masyarakat di kantor. Sebab, sebagian besar waktu dihabiskan di kantor dan bukan di rumah. Karenanya, di kantor atau pekerjaan, kita harus memasyarakat,'' paparnya. Qoimun menyebutkan, pada tahun 2008 ini Bank Muamalat Cabang Balikpapan menargetkan bisa menambahkan nasabah baru sebanyak 6.500 orang. ''Hingga Juni kami baru mendapatkan sekitar 2.000 nasabah baru. Namun, yang sudah siap untuk menjadi nasabah baru terdapat sekitar 4.000 lebih,'' jelasnya. sya/  
TAG

Berita Terkait