Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Geram ke Malaysia, Anggota DPR Usulkan Tiga Tuntutan

Jumat, 30 November 2012, 13:05 WIB
Komentar : 0
Screenshot/YouTube/ROL
Adu lempar botor antara suporter Indonesia dan Malaysia usai laga pertama Grup B Piala AFF, Ahad (25/11/2012) di Stadion Bukit Jalil, Malaysia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berbagai kalangan masyarakat geram akan tindakan kasar suporter Malaysia pada Timnas Indonesia. Penghinaan itu diwujudkan dalam bentuk penghinaan di youtube maupun pemukulan pada suporter Indonesia.

Kritikan datang dari Anggota DPR Komisi VI, Edhi prabowo. Meskipun, dirinya bukanlah komisi mitra olahraga, tapi dia mengaku tersinggung atas tindakan tak bertanggung jawab dari suporter Malaysia. Untuk itu, dirinya mengajukan tiga tuntutan atas tragedi ini.

"Geram rasanya begitu menyaksikan rekaman di YouTube yang menampilkan ulah para supporter Malaysia yang mengatai timnas Indonesia dengan kata-kata kasar," ujarnya, Jumat (30/11).

Tuntutan tersebut di antaranya:
1. mendesak agar panitia AFF memberikan sanksi tegas terhadap Timnas Malaysia atas ulah supporter mereka yang tak beradab.
2. mendesak PSSI untuk mengajukan protes keras secara resmi kepada panitia AFF dan FIFA atas pelanggaran terhadap aturan penyelenggaraan kompetisi sepakbola internasional yang dilakukan Malaysia sebagai tuan rumah.
3. meminta FIFA melakukan penyelidikan komprehensif terhadap kasus ini dan menjatuhkan sanksi yang setimpal terhadap persatuan sepak bola Malaysia

Dia mengatakan, "sebagai putra bangsa Indonesia, saya mendesak agar tuntutan ini dapat segera dilakukan." Selain itu menurutnya, masyarat negara tetangga itu pula harus diajarkan adab perilaku yang baik, khususnya ketika menyaksikan kompetisi sepakbola moderen.

Apabila hal ini tidak dianggap serius oleh AFF dan pemerintah malaysia, kata dia, PSSI perlu mempertimbangkan untuk tidak bermain dalam laga 1 Desember besok dan mempertimbangkan untuk tidak hadir dalam ajang AFF selanjutnya bila penyelenggaraannya tidak profesional.

Karena, kata dia, FIFA jelas-jelas melarang segala bentuk pelecehan rasial, agama, dan suku bangsa di setiap ajang kompetisi sepak bola internasional.

"Pemerintah Malaysia dan pengurus organisasi sepakbola Malaysia berkewajiban membina warga negaranya agar tidak melanggar ketentuan FIFA tersebut yang sejatinya bertujuan untuk memelihara sikap saling menghargai antar negara. Kompetisi AFF jelas-jelas telah dicederai oleh kelakuan supporter Malaysia ini.

Reporter : Aghia Khumaesi
Redaktur : Dewi Mardiani
7.551 reads
Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya ((HR Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  sapto Jumat, 30 November 2012, 19:14
mestinya AAF itu harus melakukan Hal yang terpuji dalam artian menindak tegas setiap kesalahan suporter sekalipun, dan memang malasia itu selalu melakukan hal negatif terhadap Pemain indoensia ini sebenarnya tidakan yg tidak terpuji
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda