Selasa , 26 September 2017, 06:11 WIB

Milan Dilaporkan Ingin Manfaatkan Keretakan Cavani-Neymar

Rep: Febrian Fachri/ Red: Israr Itah
EPA/CHRISTOPHE PETIT TESSON
Edinson Cavani (bawah) dan Neymar.
Edinson Cavani (bawah) dan Neymar.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- AC Milan dilaporkan akan mencoba mendekati penyerang Paris Saint-Germain (PSG) Edinson Cavani. Milan diketahui masih belum puas dengan pembangunan tim yang mereka mulai sepanjang musim panas lalu. Kehadiran Nikola Kalinic dan Andre Silva dirasa belum cukup.

Kehadiran Cavani diharapkan mampu melengkapi skuat I Rossoneri pada jendela transfer musim dingin Januari 2017 nanti. Apalagi Milan berambisi untuk kembali ke Liga Champions musim depan. Cavani berpeluang hengkang karena situasi ruang ganti PSG yang mulai tidak kondusif.

Situasi internal klub kaya raya Prancis itu memanas sejak Neymar Jr dan Cavani mulai tidak akur. Kedua penyerang PSG ini terlibat perselisihan perihal siapa yang harus mengambil bola mati.

Dikutip dari RAI Sport, Selasa (26/9), ini memicu berbagai spekulasi. Manajemen PSG diprediksi akan mengambil sikap mendepak salah satu bintangnya itu demi mewujudkan situasi kondusif di ruang ganti.

Pemain yang kemungkinan akan tersingkir tentunya Cavani. Les Parisiens dipastikan lebih memprioritaskan Neymar yang merupakan investasi besar uang mereka lakukan pada musim panas ini. Untuk mendatangkan kapten Brasil itu ke Parc de Prince, PSG harus membayar uang tunai 222 juta euro.

Cavani adalah rekrutan PSG pada 2013 lalu dari SSC Napoli. Kehadirannya sudah memberikan tiga gelar liga dan tiga gelar Piala Prancis untuk PSG. Ia adalah top skorer Ligue 1 musim lalu. Namun Cavani sudah berkepala tiga dan ia tak lagi menjadi bintang utama sejak kedatangan Neymar. Hal inilah yang akan coba dimanfaatkan oleh Milan.

Cavani dilaporkan kecewa perlakuan yang diterimanya. Sejak tiba di PSG, Cavani selalu berada di bawah bayang-bayang Zlatan Ibrahimovic. Ia bahkan terpaksa mengalah bermain melebar demi untuk memberikan Zlatan posisi penyerang tengah.

Ia baru mulai mendapatkan keleluasaan setelah Zlatan hijrah ke Manchester United musim lalu. Cavani kemudian menjadi penyerang tengah dan menjadi eksekutor utama tendangan bebas langsung ke gawang dan penalti. Namun hanya semusim, Cavani tak lagi menjadi anak emas dengan kedatangan Neymar.

Berita Terkait