Sabtu , 15 April 2017, 21:50 WIB

Inter Gagal Kalahkan Milan, Pioli: Ini Memalukan

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Andri Saubani
EPA/Matteo Bazzi
Reaksi pelatih Inter Milan, Stefano Pioli pada laga Serie A lawan AC Milan di Giuseppe Meazza, Sabtu (15/4). Laga berakhir imbang 2-2.
Reaksi pelatih Inter Milan, Stefano Pioli pada laga Serie A lawan AC Milan di Giuseppe Meazza, Sabtu (15/4). Laga berakhir imbang 2-2.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN – Pelatih Inter Milan, Stefano Pioli menyesal atas hasil akhir yang diterima timnya saat menjamu AC Milan pada lanjutan Serie A pekan ke-32 yang digelar di Giusseppe Meazza, Sabtu (15/4). Sempat unggul terlebih dahulu La Beneamata akhirnya ditahan imbang 2-2 oleh Rossoneri pada penghujung laga.

Tuan rumah unggul pada interval pertama melalui gol Antonio Candreva pada menit ke-36, sebelum sang kapten Mauro Icardi menambah keunggulan pada menit ke-44. Memasuki babak kedua pertandingan berjalan sengit, Milan akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan melalui Alessio Romagnoli pada menit ke-83, sebelum Cristian Zapata mengubur mimpi Inter pada pengujung laga dengan skor 2-2.

Mendapat hasil tersebut, Pioli merasa kecewa lantaran timnya mampu tampil disiplin hingga 80 menit waktu akhir. "Ini memalukan, karena kami telah bertahan dari  kesulitan pada awal laga. Saya pun kecewa, karena sebenarnya kami (Inter) bisa melangkahi mereka (Milan) di tangga klasemen," kata dia dilansir Football Italia, Sabtu (15/4).

Dua gol Rossoneri lahir dari skema bola mati dan pelatih berusia 51 tahun tersebut mengatakan, bahwa Inter harus melakukan evaluasi untuk memperbaiki kesalahan tersebut. "Kami gagal mengantisipasi dua set pieces terakhir, (Romagnoli) dan (Zapata). Kehilangan konsentrasi dan kami harus melakukan evaluasi pada hal itu," sambungnya.

Sementara itu, dengan hasil tak pernah menang di empat laga terakhir posisi Pioli di Inter berada dalam tekanan. Kabar bakal dipecatnya eks allenatore SS Lazio itu bisa kembali menyeruak.

Akan tetapi, dia tak peduli dengan rumor tersebut dan memilih untuk tetap fokus membawa Inter finis di zona Eropa. "Masa depan saya? Anda terlalu sering berbicara itu, saya tidak khawatir dan tidak seharusnya Anda mengulang pertanyaan tersebut. Kami memiliki kekecewaan besar saat ini, tetapi perlombaan untuk finis mencapai Liga Europa belum berakhir!" tegasnya.