Senin , 20 Maret 2017, 12:18 WIB

Pelatih Sassuolo Akui Timnya Membuang Peluang Lawan Roma

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Andri Saubani
EPA/Elisabetta baracchi
Pelatih Sassuolo, Eusebio Di Francesco.
Pelatih Sassuolo, Eusebio Di Francesco.

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA – Pelatih Sassuolo, Eusebio Di Francesco, mengatakan  timnya layak untuk memimpin pada awal babak pertama dibandingkan harus tertinggal dari AS Roma. Sassuolo gagal memetik kemenangan saat bertandang ke markas Roma di Stadio Olimpico, Senin (20/3) dini hari WIB. Roma mengalahkan Sassuolo dengan skor 3-1.

Gregoire Defrel memimpin Sassuolo dengan menjebol gawang Roma pada menit kesembilan. Namun, tiga gol balasan dari Leandro Paredes, Mohamad Salah, dan Edin Dzeko, membuat Roma balik mengungguli tim tamu.  "Tak masuk akal masuk ke turun minum, ketinggalan satu gol menentukan kinerja, usaha agresi dan peluang tercipta. Kami mungkin tidak memiliki bintang sebanyak Roma, tapi kami juga bagus di dalamnya hingga menit ke-65," kata Di Francesco, dilansir dari Football Italia, Senin (20/3).

Selanjutnya, Roma mempersulit Sassuolo menjelang akhir permainan dengan serangan balik mereka. Ia lantas mengatakan, Defrel adalah kerugian besar bagi timnya karena mengalami cedera. Sementara itu, Timo Letschert juga mengalami masalah dan harus ditarik keluar lapangan.

Di Francesco menyayangkan timnya yang memiliki masalah cedera sepanjang musim ini. "Yang penting ialah tim kembali bermain jenis sepak bola yang saya suka, mulai bergerak dari belakang dan jujur mereka layak memimpin di babak pertama," lanjutnya.

Pelatih asal Italia ini mengatakan, Sassuolo menciptakan beberapa peluang yang dipraktikkan sebelumnya di tempat pelatihan. Domenico Berardi terbiasa bermain di sayap kanan. Karena itu, ia mencoba untuk menurunkannya di sayap kiri.

Sementara itu, ia mengatakan, ada  beberapa hal yang menarik perhatiannya. Sassuolo dinilainya terlalu naif dalam mendorong maju pada menit-menit pembukaan. Sehingga, memungkinkan serangan balik yang berbahaya.

Karena jika timnya tidak menyelesaikan peluang, tim seperti Roma menurutnya tidak akan membiarkan lawannya lolos. "Saya senang melihat barisan yang sangat tinggi kami melawan tim yang berkualitas dan sikap menyerang yang tepat yang saya ingin lihat, namun tentu saja saya tidak terlalu senang dengan kinerja pertahanan kami," ujarnya.

Pelatih berusia 47 tahun ini dirumorkan menggantikan Luciano Spalletti di Roma musim depan. Namun, ia lantas mengatakan dirinya masih memiliki kontrak dua tahun dengan Sassuolo. Menurutnya, setiap keputusan harus dibuat bersamaan dengan klub.

Kendati demikian, ia mengaku bangga dikaitkan dengan klub seperti Roma. Ia mengaku merasa ambisius. "Apa yang saya ingin saat ini mengakhiri musim pada level tinggi dengan Sassuolo sebelum membahas apapun," tambahnya.