Senin , 20 March 2017, 09:03 WIB

Allegri: Kemenangan Penting Atas Sampdoria

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Andri Saubani
EPA/Luca Zennaro
Reaksi Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri pada laga Serie A lawan Sampdoria di Luigi Ferraris, Senin (20/3) dini hari WIB. Juve menang 1-0.
Reaksi Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri pada laga Serie A lawan Sampdoria di Luigi Ferraris, Senin (20/3) dini hari WIB. Juve menang 1-0.

REPUBLIKA.CO.ID, GENOA – Juventus berhasilmeraih tiga poin setelah mengalahkan Sampdoria dengan skor tipis 1-0 di Stadion Luigi Ferraris, Ahad (19/3). Gol tunggal milik Juan Cuadrado pada menit ketujuh menjadi penentu kemenangan Nyonya Tua. Namun pada 10 menit akhir permainan, Allegri sempat berteriak kepada pemainnya.

Pelatih asal Italia ini mengaku marah karena situasi yang memperlukan timnya untuk diorganisasi. Ia menekankan para pemainnya untuk menjaga bentuk penampilan saat lawan memaksa untuk mengambil inisiatif.

Allegri mengatakan, pada babak pertama Juve menjatuhkan bola lima kali dan menempatkan bola keluar  lapangan. Namun, saat mereka datang kembali ke lapangan, mereka tidak segera mengembalikan bola tersebut. Ia menekankan para pemainnya untuk belajar dengan cepat.

"Ada tiga poin ialah melangkah maju, itu penting untuk menang hari ini karena setelah jeda internasional kami memiliki jadwal pertandingan yang benar-benar sulit," kata Allegri, dilansir dari Football Italia, Senin (20/3). Pelatih berusia 49 tahun ini mengatakan para pemainnya memiliki salah satu performa terbaik di babak pertama musim ini.

Menurutnya, mereka bermain dengan baik dan menciptakan banyak peluang. Namun, kata dia, mereka tidak mampu mempertahankan tempo dan tampak tak teratur di babak kedua.

Sementara itu, ada ketegangan sejak awal. Yang mana, Paulo Dybala pergi dengan masalah otot. Allegri mengatakan, kondisi Dybala itu tampaknya tidak menjadi sesuatu yang serius. Dybala menurutnya telah merasa kaku pada bagian otot paha selama beberapa hari ini.

Karena itu, Allegri memutuskan untuk tidak mengambil resiko. "Ini normal merasa kelelahan setelah musim yang panjang dan kami harus sudah menguasai bola lebih baik di babak kedua, sehingga menghemat energi dalam mengejarnya," lanjutnya.