Rabu, 26 Ramadhan 1435 / 23 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Alami Bedol Desa, AC Milan tak Panik

Kamis, 26 Juli 2012, 19:30 WIB
Komentar : 1
AP
Ignazio Abate
Ignazio Abate

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Bek Ignazio Abate yakin AC Milan musim ini masih akan memiliki skuat kompetitif meski mengalami bedol desa. Milan ditinggal serentetan pemain yang memilih bedol desa ke klub lain.

Abate menegaskan tidak ada alasan untuk panik menanggapi kepergian sejumlah pemain inti AC Milan. Pada akhir musim lalu, Rossoneri --julukan bagi AC Milan-- satu per satu ditinggal hengkang oleh pemain seniornya.

''Terlalu dini untuk menilai kekuatan kami,'' kata Abate. ''Selama Presiden Silvio Berlusconi dan Adriano Galliani di sini, saya yakin kami akan menjadi skuat kompetitif.''

Abate menyadari semua pemain Milan merasa kehilangan Zlatan Ibrahimovic yang bergabung dengan Paris Saint Germain. Rasanya pun aneh karena tak ada lagi Gennaro Gattuso, Alessandro Nesta, dan Filippo Inzaghi.

Namun, lanjut Abate, pemain tahun ini harus menanggung tanggung jawab bersama-sama. Abate pun mengaku senang dengan kehadiran Mattia De Sciglio yang bermain bagus. Bek muda berusia 19 tahun ini mulai dipercaya masuk skuat inti Milan.

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : www.tribalfootball.com
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka."((Hujuraat 49:11) )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Buka Puasa Bersama Obama Diwarnai Seruan Boikot
WASHINGTON -- Acara buka puasa tahunan di Gedung Putih diwarnai seruan boikot, sebagai bentuk protes kebijakan pemerintahan Obama terhadap konflik di Gaza. Selengkapnya...