REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Dua fans ditahan karena tuduhan melakukan agitasi rasial dalam pertandingan Chelsea lawanWest Ham United pada akhir pekan lalu. Demikian diungkapkan Kepolisian Metropolitan London pada Senin waktu setempat.
Juru bicara Kepolisian Metropolitan London mengatakan dua pria sebelumnya yang ditangkap sudah dilepaskan. Tapi, keduanya harus melapor lagi pada akhir Maret. Dua lainnya ditahan dengan tuduhan rasial dan perusakan.
Pada Senin dini hari, polisi mengatakan mereka sedang melakukan penyelidikan atas pelemparan benda keras ke arah bekas pemain West Ham United, Frank Lampard, setelah pemain tengah Chelsea itu mencetak gol dalam kemenangan 2-0 pada Minggu.
"Kami melakukan penyelidikan menyangkut pelemparan koin pada pertandingan Chelsea lawan West Ham. Tidak ada yang ditahan, tapi penyelidikan terus kami lakukan," kata juru bicara polisi.
Lampard, yang bergabung dengan Chelsea dari West Ham pada 2001, membuat timnya memimpin ketika laga baru berlangsung 19 menit di Stamford Bridge. Kemudian terjadi insiden ketika ada lemparan koin dari arah penonton.
Gelandang internasional Inggris itu mencetak golnya yang ke-200 bersama Chelsea. Lampard mendekati rekor 202 gol yang diciptakan Bobby Tambling pada 1960-an dan 1970-an.