Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Macet, Kapten Chelsea Pilih Jalan Kaki

Sabtu, 16 Maret 2013, 19:48 WIB
Komentar : 0
Reuters
John Terry

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Kemacetan hingga berjam-jam ternyata tak hanya dialami warga Jakarta. Tapi juga dialami oleh kapten Chelsea John Terry di London.

Seperti dikutip The Sun, Sabtu (16/3), Terry terjebak macet selama berjam-jam di wilayah A3, daerah Ester yang berjarak tiga mil dari rumahnya di Surrey, London. Karena kesal tidak kunjung tiba, ia pun berinisiatif keluar dari mobil Bentley-nya seharga Rp 2,5 miliar. 

Bek tengah berusia 32 tahun itu memutuskan untuk jalan kaki menuju rumahnya. "Kami sudah menunggu selama berjam-jam. Sebagian besar orang yang terjebak macet telah keluar dari mobil dan mengobrol. Hal yang sama juga dilakukan Terry," kata seorang saksi yang enggan menyebutkan identitasnya.

Menurut saksi, Terry tiba-tiba saja keluar dari mobil dan melompati pagar pembatas. "Kami begitu terkejut dengan aksinya itu," kata saksi tersebut. 

Namun, saksi itu dapat memaklumi aksi Terry. Apalagi jalanan baru dibuka kembali lima menit lagi. "Tapi yang jadi masalah, mobilnya akan menghalangi jalan," lanjutnya.

Juru bicara Terry membantah kalau mobil Terry akan menghalangi jalan. "Dia sudah menelpon temannya untuk mengambil mobil Bentley miliknya. Lalu, Terry dijemput oleh teman lain di ujung jalan," kata juru bicara Terry. 

Ternyata, setelah diselidiki, penyebab kemacetan tersebut karena adanya aksi bunuh diri seorang pria yang melompat di jembatan dekat jalanan tersebut. Tak hanya itu, kemacetan juga disebabkan kecelakaan yang melibatkan seorang pengedara motor dengan mobil ambulans. 

Reporter : Umi Lailatul
Redaktur : Mansyur Faqih
2.216 reads
Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya". (HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda