Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Balotelli Desak Lakukan Tes DNA

Rabu, 04 Juli 2012, 11:21 WIB
Komentar : 0
Reuters/Pawel Ulatowski
Mario Balotelli
Mario Balotelli

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Striker Italia Mario Balotelli mengungkapkan dirinya akan melakukan tes DNA untuk membuktikan apakah janin yang dikandung model Raffaella Fico adalah anak kandungnya.

Sebelumnya, Fico telah membeberkan kehamilannya itu kepada Chi Magazine dan mengaku telah mengabari Balotelli. 

Sebagai balasan, Balotelli, melalui rilisnya mengklaim bukannya ia tak mau bertanggung jawab, namun ia bersikeras akan melakukan tes DNA untuk membuktikan apakah benar ia ayah dari anak yang dikandung Fico.

"Walaupun saya sebenarnya tak ingin bicara soal kehidupan pribadi saya kepada publik, saya merasa bertanggung jawab untuk mengklarifikasi hubungan saya dengan Raffaella Fico," kata pemain berusia 21 tahun ini.

"Hubungan kami telah berakhir awal April, dan sejak itu kami tak pernah bertemu dan tak berkomunikasi. Raffaela tahu sejak kami berpisah, saya tak pernah ingin kembali kepadanya," tambah Balotelli.

Balotelli mengaku beberapa hari lalu ia memang menerima kabar kehamilan Fico dan memutuskan untuk mengontak mantan pacarnya untuk konfirmasi.

"Saya sangat kecewa. Saya pikir tak wajar kalau saya tak dikabari hingga kehamilannya sudah empat bulan. Kenapa ia tak menghubungi saya? Saya akan bertanggung jawab setelah melakukan tes DNA," kata Balotelli.

Menurut Balotelli, ia juga tak setuju melihat Fico seperti berusaha mencari uang dengan menjual kisah, foto, dan wawancara yang berkaitan dengan hubungan mereka berdua.

"Saya kira ia cukup terkenal untuk tidak memanfaatkan situasi ini demi kepentingannya sendiri. Ini adalah pertama dan terakhir kali saya bicara soal ini di publik," pungkas Balotelli.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar