Monday, 5 Jumadil Awwal 1439 / 22 January 2018

Monday, 5 Jumadil Awwal 1439 / 22 January 2018

Jokowi Bakal Nonton Langsung Indonesia Vs Islandia

Jumat 12 January 2018 13:31 WIB

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Endro Yuwanto

Sekjen Kemenpora Gatot S Dewa Broto memberikan penjelasan terkait kehadiran Presiden RI Jokowi dalam pertandingan persahabatan Indonesia vs Islandia, Jumat (12/1).

Sekjen Kemenpora Gatot S Dewa Broto memberikan penjelasan terkait kehadiran Presiden RI Jokowi dalam pertandingan persahabatan Indonesia vs Islandia, Jumat (12/1).

Foto: Republika/Debbie Sutrisno

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akan menonton secara langsung pertandingan persahabatan Indonesia vs Islandia yang digelar akhir pekan ini, Ahad (14/1). Jokowi sekaligus bakal meresmikan renovasi Stadium Utama Gelora Bung (GBK) yang akan dipakai sebagai venue utama pertandingan sepak bola perhelatan Asian Games 2018.

Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto mengatakan, ia telah melakukan pertemuan dengan Kepala Sekretaris Kepresidenan (Kasetpres) terkait kedatangan Presiden Jokowi. Dan sejauh ini Jokowi dipastikan bisa hadir dalam acara tersebut.

"Karena sebulan lalu Pak Presiden sudah meresmikan hockey, aquatic, dan beberapa fasilitas lain. Ini lanjutan peresmian yang dilakukan Pak Presiden," kata Gatot ditemui di Istana Negara, Jumat (12/1).

Gatot menuturkan, dalam pertandingan ini diperkirakan akan banyak masyarakat yang ikut menonton langsung dari Stadium Utama GBK. Dengan kehadiran Jokowi dalam pertandingan tersebut, PSSI dan penyelengara pertandingan telah menyiapkan skema khusus agar masyarakat tidak tertahan ketika akan masuk ke stadiun.

Jokowi direncanakan datang ke Stadium Utama GBK sekitar pukul 18.00 WIB, untuk kemudian melaksanakan shalat dan baru masuk ke tempat penonton sekitar pukul 19.00 WIB. Dengan waktu ini, penonton yang telah membli tiket diharapkan bisa masuk dari masing-masing secdoor (pintu) lebih cepat dari pukul 18.00 WIB.

Untuk pengamanan, PSSI dan penyelenggara menyiapkan 2.500 personel keamanan dari kepolisian. Para penonton pun diharap tidak membawa flare dan laser ketika menyaksikan pertandingan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, dari setiap secdoor akan dilakukan pengamanan secara manual untuk merazia penonton yang membawa barang berbahaya termasuk flare dan laser.

"Karena tadi kalau bahasanya Paspampres (pasukan pengaman presiden), masyarakat sebagian kecil itu semakin canggih kadang flare-nya hanya dimasukkan dalam flashdisk kecil, saku, dan tahunya itu sangat-sangat mengganggu. Jadi jangan sampai mengganggu suasana pertandingan itu," kata Gatot.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES