Selasa , 18 November 2014, 16:19 WIB

BBM Naik, Angkutan Umum Bali Mogok Beroperasi

Rep: Ahmad Baraas/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Pengawasan terhadap angkutan umum diperketat. Hal tersebut dilakukan karena maraknya tindak kejahatan yang terjadi di angkutan kota. (Republika/Aditya)
Pengawasan terhadap angkutan umum diperketat. Hal tersebut dilakukan karena maraknya tindak kejahatan yang terjadi di angkutan kota. (Republika/Aditya)

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR - Sebagai protes terhadap pemerintah yang tetap menaikkan harga BBM bersubsidi, Organda Bali menyerukan seluruh angkutan umum di Bali, tidak beroperasi selama sehari, mulai Rabu (19/11) pukul 00.00.

Angkutan umum akan beroperasi kembali pada Kamis (20/11) pukul 00.00. "Mogok beroperasi ini kami lakukan sebagai solidaritas dan sesuai kesepakatan pertemuan nasional Organda di Semarang," kata Ketua DPD Organda Bali, Edi Dharma.

Menurut Edi, para pengusaha angkutan umum menginginkan adanya perhatian dari pemerintah berupa subsidi bagi angkutan umum. Subsidi itu katanya, diberikan dalam bentuk bantuan langsung saat angkutan umum mengisi BBM di SPBU.

Angkutan umum kata Edi, jumlahnya tidak banyak dan keberadaannya sangat strategis. Jika pengusaha angkutan umum diharuskan membeli BBM dengan harga baru, maka dikhawatirkan tidak bisa menutupi biaya opeasional dan pengusaha angkutan umum akan gulung tikar. "Akibatnya kalau angkutan umum tidak beroperasi, masyarakat pasti memilih kendaraan pribadi dan itu akan menambah polusi dan kemacetan di berbagai tempat," katanya.

Edi berharap, masyarakat dapat memahami aksi mogok beroperasi yang diserukan Organda. Hal itu katanya, sebagai upaya dan perjuangan Organda untuk bisa tetap dan dapat memberikan dan meningkatkan pelayanan yang baik kepada masyarakat.