Senin , 11 September 2017, 19:25 WIB

Indra Sjafri: Kami Terpaksa Ubah Rencana Permainan

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Endro Yuwanto
ROL/Sadly Rachman
Indra Sjafri
Indra Sjafri

REPUBLIKA.CO.ID,  YANGON -- Sejumlah faktor menjadi sebab kandasnya timnas Indonesia U-19 dengan skor 0-3 dari Vietnam, pada pertandingan ketiga penyisihan Grup B Piala AFF U-18 2017 di Stadion Thuwanna, Yangon, Myanmar, Senin (11/9). Arsitek timnas U-19 Indra Sjafri mengatakan, salah satu faktor kekalahan adalah kurang matangnya kerja sama antarpemain dan lini pertahanan yang buruk.

“Pertahanan dan organisasi pemain tadi kurang maksimal,” kata Indra dalam rilis resmi timnas yang dterima wartawan di Jakarta, Senin (11/9).

Menurut Indra, sejumlah perubahan strategi bermain pun dia lakukan sebelum pertandingan dimulai. Indra mempertahankan pola bermain 4-1-3-1-1. Akan tetapi, dengan komposisi pemain yang berbeda dari laga-laga sebelumnya.

Feby Eka Putra, yang biasa dipasang Indra sebagai striker tunggal di lini depan, terpaksa absen lantaran demam. Di laga kali ini, Indra memasang Hanis Saghara Putra di lini depan. Egy Maulana Vikry, yang selama ini dijadikan gelandang serang di belakang Feby Eka pun digeser menjadi pemain sayap kanan.

“Kami terpaksa mengubah rencana permainan, beberapa jam tadi (sebelum pertandingan dimulai). Striker kurang maksimal,” kata Indra.

Rencana strategi bermaian yang mendadak itu, membuat pertandingan babak pertama, Indonesia tertinggal 0-2 dari Vietnam.

Kebobolan dua gol di babak pertama terjadi setelah Indra juga menarik kiper Muhamad Riyandi, pada menit ke-37. Riyandi yang cedera, terpaksa digantikan Muchamad Aqil Savik sebagai penjaga gawang. Gol Vietnam, terjadi pada menit ke-40, dan 44.

Pada babak kedua, Indra mengatakan, ia terpaksa merombak komposisi pemain. Egy, yang semula sebagai sayap, diminta Indra menjadi striker. Penyerang Hanis Saghara pun ditarik keluar dan digantikan Witan Sulaeman.

Pemain belakang Muhamad Rifat Marasabessy pun diminta berani berperan sebagai gelandang bertahan. Indra juga menarik satu pemain belakangnya, Firza Andika, dan memainkan gelandang Samuel Christianson, yang punya gaya bermain serang.

Aksi Cristiaonson dan Witan di babak kedua, memang mampu membuat timnas U-19 lebih tajam. Akan tetapi, upaya Indonesia mengejar selisih gol, tetap tak makbul.  Justru gawang Indonesia kembali bobol pada menit ke-85. “Babak kedua, kami sudah berusaha maksimal. Tapi anak-anak belum dapat membongkar pertahanan Vietnam,” jelas Indra.

Adapun soal kiper, Indra tak mau menyalahkan. Kata dia, kualitas Aqil dan Riyandi, sama-sama baik. Menurut dia, hasil buruk Indonesia kali ini, karena memang Vietnam, bermain lebih baik.