Senin , 11 September 2017, 18:22 WIB

Indra Sjafri: Kekalahan Kali Ini tak Terduga

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Israr Itah
PSSI
Indra Sjafri (tengah).
Indra Sjafri (tengah).

REPUBLIKA.CO.ID, YANGON — Indonesia U-19 kandas 0-3 dari Vietnam pada laga penyisihan Grup B Piala AFF U-18 di Stadion Thuwunna, Yangon, Senin (11/9). Pelatih Indra Sjafri mengaku tak menduga dengan hasil tersebut. Kekalahan kali ini menjadi yang pertama bagi skuat Garuda Muda dari tiga laga yang sudah dilewati.

“(Hasil dari) pertandingan ini di luar dugaan saya,” kata dia, dalam rilis resmi timnas yang diterima wartawan di Jakarta, pada Senin (11/9).

Dalam penjelasannya, Indra mengatakan, kekalahan kali ini, lantaran pertahanan timnya yang tak solid mengantisipasi serangan Vietnam. Ia mengatakan, kerja sama antarpemain kali ini pun buruk. “Pertahanan dan organisasi pemain kita kurang maksimal kali ini,” ujar Indra.

Kekalahan skuat Garuda atas the Golden Stars kali ini, sudah terasa sejak babak pertama. Upaya para pemain Indonesia, membuka keunggulan kerap gagal. Alih-alih mencetak gol, gawang Indonesia mampu dijebol Vietnam dua kali sepanjang 45 menit pertama.

Gol pertama Vietnam, terjadi pada menit ke-40. Yaitu, ketika striker Le Van Nam, diberikan ruang untuk melepas sepakan di dekat gawang saat menerima umpan sepak pojok. Kiper pengganti, Muchamad Aqil Savik tak mampu mengantisipasi. 

Muchamad Aqil, yang masuk menggantikan penjaga gawang Muhamad Riyandi pada menit ke-37, kembali kebobolan satu menit sebelum turun minum. Persisnya pada menit ke-44, kembali Le Van Nam, melepas sundulan ke gawang dan membuat skor menjadi 0-2.

Gol ketiga milik Vietnam, juga terjadi di ujung babak kedua usai. Persisnya pada menit ke-86, sepakan pojok milik Vietnam, mengantarkan bola ke depan gawang Indonesia. Ada pemain bertahan Bui Hoang Viet Anh yang menyambut bola dengan kepalanya. Skor menjadi 0-3.

Indra menolak tiga kali gawang Indonesia kebobolan itu, lantaran kualitas kiper pengganti yang kurang tajam. Menurut dia, Muchamad Aqil dan Muhamad Riyandi, sama-sama punya reputasi baik dalam barisan para penjaga gawangnya. 

Akan tetapi, harus diakui peran Muhamad Riyandi, sejauh ini lebih unggul lantaran belum pernah sekalipun dibangkucadangkan. Catatan Muhamad Riyandi, pun baik dengan cuma mengalami sekali kebobolan dari tiga pertandingan.

“Kiper secara kualitas tidak jauh beda. Hanya Aqil tadi masuk menggantikan Riyandi, tanpa pemanasan,” kata Indra. Selanjutnya kata dia, paling penting bagi timnya belajar dari hasil buruk kali ini. Menurut dia, para pemain, harus cepat kembali fokus pada pertandingan selanjutnya.

Pada pertandingan ke-4, Rabu (13/9), Vietnam akan melawan tuan rumah Myanmar. Sedangkan Indonesia, dijadwalkan bertemu Brunei Darussalam. Saat ini, Indonesia tertahan di peringkat kedua Grup B, dengan nilai enam angka. Sedangkan Vietnam, bertahan di posisi puncak, dengan nilai sembilan angka.