Ahad , 16 July 2017, 22:10 WIB

'Pemain Usia Muda Jangan Dibebani Target Tinggi'

Rep: Frederikus Dominggus/ Red: Andri Saubani
PSSI Twitter
Timnas Indonesia U-16.
Timnas Indonesia U-16.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat sepak bola Indonesia, Rayana Djakasurya melihat kegagalan tim nasional Garuda U-16 pada gelaran Piala AFF U-15 2017 bukan sebuah kemunduran. Ia berharap kelompok anak dengan umur demikian tidak perlu dibebani target tinggi. "Dia dibiarkan seutuhnya menjadi pemain yang baru berkembang, tidak ditekankan pada sebuah target, nanti dia terbebani," ujarnya saat dihubungi Republika, pada Ahad (16/7).

Ia mengatakan, kelompok pemain usia muda di Eropa lebih didorong mengecap pengalaman. Caranya, dengan mengikutsertakan para junior tersebut mengikuti berbagai turnamen.

Namun di sisi lain, tidak perlu membatasi jiwa kekanak-kanakan mereka. "Di sini kita menjadikan sebagai barometer, padahal yang namanya anak, tetap saja anak. Kalau menang dia gembira, tapi kita berikan suatu yang ringan, sehingga dia bisa menutup dengan hasil yang konkret," ujar Rayana.

Ia mencontohkan, kelompok pemain U-16 di Inggris tidak dibebani sebuah target prestisius. Mereka hanya didorong mengikuti berbagai kompetisi demi menimba pengalaman.  "Kalah menang bukan sesuatu yang menyedihkan. Anak-anak kecil baru berkembang, didorong ikut turnamen. Saya 30 tahun mengikuti sepak bola di Eropa, semuanya begitu," tutur Rayana.

Perjalanan skuat Garuda U-16 di Thailand jauh dari kata mentereng. Anak asuhan Fakhri Husaini baru mengoleksi satu angka dari empat laga Grup A. sebiji angka yang diperoleh dari hasil imbang 2-2 melawan Myanmar.

Selebihnya, Garuda kalah 0-1 kontra tuan rumah, dibantai Australia 3-7. Teranyar sewatu menghadapi Laos, di Chonburi Campus Stadim 1, pada Sabtu (15/7), Rendy Juliansyah dan rekan-rekan takluk 2-3. Masih ada satu partai tersisa melawan Singapura.

Sebelumnya dalam turnamen Tien Phong Plastic Cup 2017 di Da Nang, Vietnam, Juni lalu, Garuda muda menjadi juara. Mereka sukses membantai Taiwan 11-0, mengalahkan Myanmar 4-1, membungkam Filipina 4-0. Singapura juga dihajar dengan skor empat gol tanpa balas dalam partai uji coba.

Menurut Rayana, apa yang terjadi di sebuah uji coba atau turnamen pemanasan tidak bisa menjadi tolak ukur secara keseluruhan. Negara lain, kata dia, juga mempersiapkan diri dengan intensitas yang tidak kita ketahui. "Ini memang sebuah perjalanan yang tidak diwaspadai, bahwa tim-tim lawan juga melakukan persiapan panjang," tuturnya.