Senin , 01 Mei 2017, 14:54 WIB

Pengamat Puji Pelatih Persib Cadangkan Essien

Rep: Febrian Fachri / Red: M.Iqbal
Yogi Ardhi/Republika
Gelandang Persib Bandung Michael Essien dibayangi Gelandang Arema FC, Nasir dalam pertandingan Gojek Traveloka Liga 1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Sabtu (15/4). Pertandingan tersebut berakhir imbang tanpa gol.
Gelandang Persib Bandung Michael Essien dibayangi Gelandang Arema FC, Nasir dalam pertandingan Gojek Traveloka Liga 1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Sabtu (15/4). Pertandingan tersebut berakhir imbang tanpa gol.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pengamat sepak bola Indonesia, Rayana Djakasurya, memuji kebijakan pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman, yang membangkucadangkan Michael Essien di dua laga terakhir. Bekas bintang timnas Ghana tersebut hanya masuk sebagai pemain pengganti saat Maung Bandung menghadapi PS TNI di pekan kedua dan saat menjamu Sriwijaya FC di pekan ketiga.

“Memang sebaiknya Essien diberi waktu 15 menit atau di 20 menit terakhir saja. Itu sudah cukup untuk kebutuhan iklan dan penonton,” kata Rayana kepada Republika, Senin (1/5). Rayana tidak bermaksud mendiskreditkan Essien yang sudah berusia 34 tahun.

Ia lebih menyoroti gaya main sepak bola Indonesia yang masih belum berubah, yaitu permainan keras dengan pola yang belum terlalu bagus. Jika Essien dimainkan sejak menit pertama seperti saat lawan Arema Indonesia 15 April lalu, Rayana melihat pergerakan bekas pemain Chelsea itu mendapat kawalan ketat dari pemain lawan.

Kawalan yang diberikan pemain bertahan lawan kepada Essien dilihat Rayana cenderung keras. Karena pelatih tim lain pasti akan menyoroti pergerakan Essien yang punya level tinggi untuk melepaskan umpan-umpan matang.

Jika Djanur memaksakan Essien tampil sejak awal laga atau penuh besar, peluang Essien akan mudah mendapat cedera. “Jika Essien masuk di babak kedua, pemain Indonesia biasanya sudah lelah. Essien bisa aman dari hantaman-hantaman,” ujar Rayana.

Dia menambahkan Essien dan tandemnya Carlton Cole juga masih harus adaptasi dengan kultur sepak bola Indonesia yang masih keras. Pola permainan klub-klub Tanah Air masih belum bisa bermain bagus sejak awal sampai akhir laga seperti di liga-liga Eropa. Klub Indonesia kata dia bertanding menggebu-gebu di babak pertama. Setelah itu kelelahan di babak kedua.

Essien saat ini sudah mendapatkan gol perdananya buat Persib. Pemain yang juga pernah membela Real Madrid dan AC Milan tersebut mencetak gol lewat sundulan kala Persib menahan imbang tuan rumah PS TNI dua pekan lalu.