Kamis , 20 April 2017, 19:17 WIB

Milla Ingin Pemainnya Fokus Berlatih Penguasaan Bola

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Andri Saubani
Repubika/Edwin Dwi Putranto
Pelatih timnas Indonesia U-22 Luis Milla.
Pelatih timnas Indonesia U-22 Luis Milla.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG – Pelatih timnas U-22 Indonesia, Luis Milla akan mempertajam penguasaan bola dalam pertandingan. Itu akan menjadi fokus utama pemusatan latihan kelima saat Milla kembali mengumpulkan skuatnya di Lapangan Sekolah Pelita Harapan (SPH), Karawaci, Tangerang, pekan ini.

Milla mengatakan, akan pentingnya melatih para pemain tentang konsep penguasaan bola yang maksimal selama pertandingan. "Saya tidak ingin pemain saya hanya berlari-lari di lapangan saat bermain. Tapi harus memperbaiki dan menguasai bola selama pertandingan," ujar pelatih asal Spanyol tersebut usai memimpin latihan bersama timnas, Kamis (20/4).

Pelatih 51 tahun tersebut, baru tiba kembali ke Indonesia. Milla usai laga kedua timnas Garuda melawan Persija Jakarta, Rabu (5/4) memilih pulang kampung demi keluarga. Sejak awal pekan lalu, mantan pelatih Real Zaragoza tersebut, sudah tiba di Jakarta. Ia pun, sudah kembali menjadwal pemusatan latihan, yang dimulai sejak Kamis (20/4), sampai Selasa (25/4) mendatang.

Selama pemusatan latihan kali ini, Milla memanggil sebanyak 26 pemain. Para pemain tersebut, tak jauh beda dari sejumlah pemain yang selama ini diundang mengikuti kamp pelatihan. Kecuali satu nama yang Milla ganti. Yaitu, pemain depan milik Persela Lamongan, Nur Hardiyanto yang dikabarkan ikut diundang tapi absen lantaran masuk rumah sakit.

Posisi pemain 22 tahun tersebut, sementara digantikan oleh pemain depan PS TNI yang dipinjamkan ke PSMS Medan, Muhammad Dimas Drajad. Ini kali pertama bagi Dimas mengikuti pemusatan latihan kepelatihan Milla. Nama pemain serang naturalisasi Ezra Walian, juga tak ikut pemusatan latihan kali ini. Pemain milik Ajax Amsterdam itu, tak diundang lantaran kesibukannya berlaga di Liga Belanda.

Milla melanjutkan, pemusatan latihan kali ini akan menjadi masa transisi penerapan strategi bermainnya. Kata dia, usai bermain imbang melawan Macan Kemayoran, dirinya melihat perkembangan baik bagi para pemainnya. Menurutnya, acuannya dengan melihat laga perdana timnas Indonesia kontra Myanmar saat uji tanding, pada 21 Maret lalu.

"Ketika tim sudah dua kali bertanding. Kami menarik kesimpulan. Ada kekurangan dan ada kelebihan yang harus diapresiasi," ujar dia. Salah satu kekurangan dari dua laga tersebut, yaitu dengan masih rendahnya penguasaan bola para pemainnya dari dua laga tersebut. "Kami harus memperbaiki ini," sambung dia.

Menengok catatan pertandingan timnas saat menjam Myanmar dan juga Persija, memang persentase penguasaan pertandingan terbilang rendang. Saat menjamu Myanmar, timnas cuma menguasai lalu lintas bola sebanyak 40 persen. Pun, laga tersebut timnas mengalami kekalahan 1-3.

Milla menambahkan, dari laga tersebut, juga terjadi inkonsistensi permainan para anak asuhnya. Terutama dalam cara bemain dan juga kualitas fisik. Sedangkan saat melawan kesebelasan ibu kota, para pemain Milla, memang ada kemajuan. Terutama kata dia soal konsistensi bermain dan ketahanan fisik.

Namun, dia menilai, para pemainnya tampak lemah dalam menguasai bola dan mendikte pertandingan. "Lima hari ke depan, kami akan perbaiki konsep bermain. Mencoba permainan yang lebih baik," sambung dia.