Selasa , 17 April 2012, 19:08 WIB

Inilah Target Tim Thomas dan Uber Indonesia

Rep: Citra Listya Rini/ Red: Heri Ruslan
wordpress
Piala Thomas dan Uber
Piala Thomas dan Uber

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Tim Thomas dan Uber Indonesia menargetkan bisa tampil maksimal di turnamen Piala Thomas dan Uber di Wuhan, Cina, pada 20-27 Mei ini. Tim Merah Putih berharap bisa mengulang prestasi di turnamen Piala Thomas dan Uber dua tahun lalu.

Manajer Tim Thomas dan Uber Indonesia, Mochammad Feriansyah di Jakarta, Selasa (17/4), menyampaikan tim Thomas diharapkan bisa meraih runner-up dan masuk delapan besar untuk tim Uber. "Tahun lalu (2010) tim Thomas jadi runner-up, tahun ini setidaknya sama," kata Feriansyah. Sedangkan tim Uber di 2010 hanya mampu sampai babak semifinal.

Di Wuhan, Feriansyah mengatakan tim Thomas memiliki peluang lebih besar dibandingkan tim Uber. Menurutnya, peringkat para pemain bulu tangkis Indonesia tidak kalah saing dibandingkan negara lain. Untuk itu, tim Thomas Indonesia berambisi bisa melaju hingga final, sedangkan tim Uber hanya delapan besar saja.

Dari hasil undian yang dilakukan di Wuhan Sports Gymnasium Center, Ahad. (15/4) pagi, tim Thomas Indonesia tergabung dalam Grup A bersama tuan rumah Cina dan Inggris. Sementara untuk tim Uber, Indonesia masuk dalam Grup A bersama tuan rumah Cina dan Afrika Selatan.
 
Feriansyah menuturkan tim Thomas dan Uber Indonesia siap tampil habis-habisan untuk menghadang gempuran tim Cina. Dua-duanya ketemu China, tetapi kami cukup optimistis melaju ke delapan besar. Apakah nanti juara grup atau runner-up, kata Feriansyah, tetap bisa lolos karena sistem permainan tidak disilang alias tidak gugur.
 
Piala Thomas dan Uber masing-masing diikuti oleh 12 tim yang dibagi dalam empat grup pada babak penyisihan. Dua tim terbaik dari masing-masing grup di babak penyisihan nantinya berhak lolos ke perempat final.
 
"Target kita maksimum di Piala Thomas dan Uber 2012. Namun harus realistis karena kita lawan tim yang peringkatnya lebih tinggi," kata Feriansyah terkait kans tim Thomas dan Uber Indonesia di Wuhan.