Thursday, 29 Zulhijjah 1435 / 23 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Persebaya DU ke ISL, Bagaimana Nasib Persebaya 1927?

Tuesday, 10 September 2013, 19:04 WIB
Komentar : 2
Republika/Agung Supriyanto
Joko Driyono
Joko Driyono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persebaya 1927 yang berkompetisi di Liga Prima Indonesia (LPI) dipastikan tidak akan bisa mengikuti unifikasi liga musim depan walaupun finis di empat besar. 

Sekretaris Jenderal PSSI, Joko Driyono, menegaskan Persebaya yang berhak tampil di Liga super Indonesia musim depan adalah Persebaya Surabaya  yang baru saja memastikan tiket promosi usai melaju ke final divisi utama PT. Liga Indonesia. 

Joko mengatakan hasil tersebut sudah sesuai dengan keputusan Kongres Luar Biasa (KLB) 17 maret 2013 di Jakarta. Peserta Kongres memilih konsep unifikasi PT. Liga Indonesia yang memutuskan bahwa kompetisi kasta tertinggi musim depan akan diikuti 18 klub Liga Super Indonesia serta tim empat besar Liga Prima Indonesia. 

Namun, tiket unifikasi tidak akan berlaku bagi klub LPI yang memiliki dualisme, seperti Persebaya 1927, meskipun tim berjuluk Bajul Ijo itu nantinya finis di empat besar. 

"Kita mengacu pada keputusan KLB 17 Maret 2013 yang hanya mengakui Persebaya di bawah naungan PT. Liga Indonesia," kata Joko di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9). 

Ketika ditanyakan mengenai nasib Persebaya 1927 atas permasalahan dualisme ini, Joko menyerahkan sepenuhnya masalah tersebut kepada kedua pihak yang berkepentingan. Menurutnya, PSSI tidak memiliki wewenang untuk menyelesaikan masalah internal klub.

"PSSI tidak dapat menggabungkan dua klub. Kami hanya berharap para stakeholder di Surabaya mau melakukan konsolidasi agar bagaimana caranya membuat Persebaya tetap menjadi tim yang kuat," ujar Joko. 

 

Reporter : Satria Kartika Yudha
Redaktur : Citra Listya Rini
Barang siapa yang memerhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat. ((HR Bukhari-Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...

Berita Lainnya

Along Kembali ke Sleman

Uji Coba Timnas Lawan Makau Digelar di Malang