Ahad, 14 April 2013, 20:30 WIB

Besok, Bonek Demo Besar-besaran di Surabaya

Rep: Satria Kartika Yudha/ Red: Citra Listya Rini
Antara/Bambang Suseno
Suporter Persebaya yang dikenal dengan julukan Bonek.
Suporter Persebaya yang dikenal dengan julukan Bonek.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kelompok suporter Persebaya 1927 yang dikenal dengan sebutan Bonek berencana kembali menggelar aksi demonstrasi pada Senin (15/4). Aksi ini dilakukan untuk meneruskan perjuangan menolak hasil Kongres Luar Biasa (KLB) 17 Maret 2013.

Seperti diketahui KLB memutuskan Persebaya 1927 yang diperkuat Andik Vermansah tidak bisa ikut unifikasi liga 2014 karena dianggap Persebaya tandingan. Sedangkan yang dinyatakan sebagai Persebaya asli adalah Persebaya Divisi Utama yang dikelola Mitra Muda Inti Berlian (MMIB).

Kordinator Bonek, Andie Peci mengatakan, pada aksi kali ini, Bonek akan 'menggeruduk' kantor Wali Kota Surabaya dan Pengurus Provinsi Jawa Timur. "Sesuai janji kami. Kami tidak akan berhenti melakukan perlawanan. Lebih dari 1000 Bonek akan ikut serta," kata Andie Peci kepada Republika, Ahad (14/4).

Dikatakan Andie, keinginan Bonek menemui walikota Surabaya hanya untuk meminta dukungan moril. Bonek, kata dia, juga merupakan warga Surabaya yang harus didengar aspirasinya oleh wali kota.

"Wali Kota juga harus tahu bahwa kami tidak ingin Persebaya 1927 yang merupakan aset Surabaya terancam eksistensinya pasca-KLB," ujar Andie.

Sedangkan sasaran demonstrasi ke Pengrov Jawa Timur adalah untuk menentang hasil KLB. Andie menganggap Persebaya 1927 sebagai Persebaya yang asli. Alasannya, ungkap Andie, adalah sebelum adanya dualisme Persebaya pada 2010, Persebaya lebih dulu dikelola PT. Persebaya Indonesia yang saat ini menangani Persebaya 1927.

Selain itu, dia mengaku sangat aneh dengan keputusan KLB. Sebab, Persebaya 1927 kini berkompetisi di liga resmi naungan PSSI. Yakni Liga Prima Indonesia. "Tapi kenapa tiba-tiba dianggap sebagai Persebaya palsu," katanya.

Usai keputusan KLB, kondisi internal Persebaya 1927 memang tidak kondusif. Selain mundurnya I Gede Widiade sebagai CEO Persebaya, para penggawa Bajul Ijo pun tak bergairah mengikuti latihan. Akibatnya, Persebaya kini belum siap untuk melanjuti kompetisi.