Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pelatih Sriwijaya Khawatirkan Kondisi Ramdani Lestaluhu

Selasa, 19 Maret 2013, 20:25 WIB
Komentar : 0
ANTARA/Nila Fu'adi
Pemain Sriwijaya FC melakukan seleberasi.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi meragukan gelandang Ramdani Lestaluhu untuk bisa tampil pada pertandingan tandang ISL 2013 melawan Persepam Madura United, Selasa (26/3). Ramdani masih belum pulih sepenuhnya dari cedera engkel.

"Ramdani masih dalam tahapan pemulihan cedera, sementara ini masih menjalani latihan terpisah dari tim atau belum bisa mengikuti simulasi pertandingan," kata Pelatih Sriwijaya Football Club Kas Hartadi di Palembang, Selasa.

Seusai memimpin latihan sore, ia menjelaskan, mantan pemain Persija Jakarta itu hanya diberikan latihan ringan seperti jogging untuk sekedar menggerakan engkel kaki.

"Kondisinya belum benar-benar pulih, jadi tidak bisa diberikan latihan berat nanti dikhawatirkan bertambah parah. Saya pun mengingatkan Ramdani untuk fokus pada penyembuhan dulu," ujar pelatih asal Solo ini.

Pemain muda asal Salahutu, Maluku Tengah itu dibekap cedera seusai memperkuat "Laskar Wong Kito" melawan Persib Bandung, 9 Maret lalu.

Sementara, Ramdani mengharapkan sisa waktu selama satu pekan ini dapat mengembalikan kebugaran serta kesembuhan kaki.

"Saya mengharapkan perawatan dan fisioterapis yang dilakukan sejak sepekan terakhir dapat mempercepat kesembuhan. Semoga bisa turun saat melawan Persepam,"kata pesepakbola usia 21 tahun ini.


Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara
940 reads
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda