Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Komisi X Apresiasi Hasil Kongres PSSI

Minggu, 17 Maret 2013, 19:38 WIB
Komentar : 0
Antara/Ismar Patrizki
Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 2013 di Jakarta, Ahad (17/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi X yang membidangi pendidikan, pemuda, olahraga, pariwisata, kesenian, dan kebudayaan menyambut gembira penyelenggaraan Kongres Luar Biasa Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (KLB PSSI) dapat berjalan baik dan lancar. Hal tersebut disampaikan Reni Marlinawati Anggota Komisi X Fraksi PPP, Ahad (17/3).

''Saya ingin mengucapkan selamat kepada Menteri Pemuda dan Olahraga karena telah berhasil melaksanakan KLB dengan sukses,'' kata Reni ketika dihubungi Republika, Ahad (17/3).

Meski KLB sempat diwarnai oleh aksi walkout enam anggota komite eksekutif (exco) PSSI, tapi Reni tidak mengganggapnya sebagai suatu masalah. ''Secara substansi lancar dan sesuai dengan rencana walapun sempat ada intrik-intrik dari pihak-pihak yang merasa dirugikan,'' katanya.

Menurut Reny, hasil KLB ini merupakan langkah awal guna menata kembali persepakbolaan Indonesia. ''Pokoknya sekarang semua sudah bersatu, tidak ada dua kepengurusan PSSI versi Pak Djohar dan KPSI versi Pak Nyalla. Sekarang tinggal bagaimana menata kembali persepakbolaan Indonesia,'' katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyambut positif keputusan penunjukkan La Nyalla sebagai Wakil Ketua Umum PSSI. Menurutnya, langkah itu memang tepat dilakukan sebagai bentuk penyatuan dan pemecahan permasalahan terkait dualisme.

Terkait hasil KLB, apakah akan menghilangkan kekisruhan persepakbolaan untuk selamanya, Renny tidak dapat menduga-duga. ''Kami lihat saja nanti. Kami akan terus mengawal kelanjutan hasil KLB ini,'' katanya.

Dalam kesempatan itu, Reni juga optimis, hasil KLB ini dapat menghindarkan Indonesia dari sanksi dari FIFA. Namun demikian, ia juga tak menampik anggapan sebagian pihak yang menduga pelaksaan KLB dilakukan untuk menghindarkan sanksi FIFA. ''Itu sah-sah saja. Bagi saya, yang penting semuanya sudah bersatu,'' ungkapnya.

Reporter : Umi Lailatul
Redaktur : Fernan Rahadi
4.303 reads
Rasulullah SAW melarang membunuh hewan dengan mengurungnya dan membiarkannya mati karena lapar dan haus.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Roy Suryo: Indonesia Tak Akan Kena Sanksi

Anggota Komite Eksekutif PSSI Jadi 15 Orang