Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

11 Pengprov Peserta Kongres PSSI Masih Diperdebatkan

Selasa, 12 Maret 2013, 19:43 WIB
Komentar : 0
Logo PSSI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jelang Kongres Luar Biasa (KLB) 17 Maret 2013 mendatang, 11 Pengrov peserta kongres masih menjadi perdebatan. Sebelumnya, pada Senin (11/3) lalu,  Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (Baori) telah memutuskan dalam sebuah surat terkait status caretaker dalam Pengurus Provinsi (Pengprov) di Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Borobudur, Jakarta 17 Maret 2013 mendatang.
 
Baori pada Senin (11/3) mengeluarkan fatwa Surat bernomor 22/BAORI/III/13. Pada poin keempat surat tersebut menjelaskan Penerbitan Surat Keputusan. PSSI tentang pembekuan kepengurusan dan dan pembentukan Caretaker 11 Pengprov anggota PSSI bertentangan dengan statuta PSSI.

Oleh karena itu, batal demi hukum. Dalam fatwa Baori tersebut, juga menegaskan peserta yang berhak hadir pada KLB 17 Maret mendatang adalah pengurus provinsi PSSI asli.

Pada poin kelima surat tersebut, dijelaskan fatwa dibuat dengan memperhatikan Memorandum of Understanding (MoU) antara PSSI, ISL, KPSI, Surat FIFA kepada

PSSI tertanggal 30 Maret 2012 dan 18 Desember 2012. Juga Surat Menteri Pemuda dan Olahraga yang ditujukan kepada FIFA tertanggal 13 Februari 2013.Karena itu, demi memenuhi kepastian hukum maka Pengprov caretaker bentukan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin adalah tidak sah keberadaannya.

Adapun sebelas Pengprov yang dinyatakan bermasalah di antaranya Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Yogyakarta, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan,  Gorontalo, dan Maluku Utara.

Ketika dikonfirmasi oleh Republika, Selasa (12/3) Ketua Tim Veririfikasi Voter Peserta KLB 17 Maret 2013, Agus Yasmin membantah telah mengirim surat, meminta Fatwa Baori. Menurut Agus, PSSI di bawah pimpinan Bapak Djohar Arifin Husin sampai hari ini belum terikat MoU yang menyatakan Baori sebagai Badan Arbitrase PSSI. Karena itu, Agus menyatakan surat yang saudara sampaikan salah alamat dan tidak pada tempatnya.

''Saya tidak paham apa maksud semua ini. Ini sudah mencederai semangat rekonsiliasi yang sedang dibangun. Saya berharap Tim Pengawas KLB yang dibentuk Menpora memperhatikan hal-hal aneh seperti ini,'' kata Agus Yasmin dalam pesannya kepada Republika, Selasa (12/3).

Agus Yasmin berharap semangat kebersamaan yang dibangun tak dicederai dengan hal-hal yang dilakukan melalui “jalan” belakang. “Semua harus transparan demi kebaikan bersama. Jangan ada dusta di antara kita,'' tegas Agus.

Reporter : Umi Lailatul
Redaktur : Fernan Rahadi
3.240 reads
Janganlah kamu memberi makanan yang kamu sendiri tidak suka memakannya.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Ini Strategi Arema Indonesia Hadapi Persib Bandung